Jakarta, CNBC Indonesia - Olahraga ternyata belum menjadi gaya hidup mayoritas masyarakat Indonesia. Data Susenas September 2025 menunjukkan hanya 37,27% penduduk usia 5 tahun ke atas yang berolahraga. Artinya, dari setiap 100 orang Indonesia, hanya sekitar 37 orang yang aktif berolahraga.
Partisipasi olahraga juga menunjukkan kesenjangan yang cukup lebar. Penduduk perkotaan lebih aktif berolahraga dibandingkan warga perdesaan, masing-masing sebesar 42,36% dan 29,65%.
Selain itu, semakin tinggi tingkat pengeluaran rumah tangga, semakin besar pula kemungkinan seseorang berolahraga, menandakan faktor ekonomi masih berpengaruh terhadap akses dan gaya hidup sehat.
Menariknya, 37,69% masyarakat berolahraga karena alasan pendidikan, terutama sebagai bagian dari kegiatan sekolah.
Aktivitas olahraga Foto: BPS
Tak heran, kelompok usia sekolah menjadi yang paling aktif berolahraga dengan tingkat partisipasi mencapai 82,72%, disusul kelompok anak-anak sebesar 82,13%.
Meski demikian, durasi olahraga masyarakat masih relatif rendah. Sebanyak 30,51% hanya berolahraga 60-89 menit per minggu, sementara 26,20% berolahraga 30-59 menit per minggu.
Adapun yang memenuhi rekomendasi olahraga minimal 150 menit per minggu baru mencapai 14,36% dari populasi.
Durasi olahraga Foto: BPS
Dari sisi tujuan, mayoritas masyarakat berolahraga untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh (50,53%). Sementara yang berolahraga karena hobi atau rekreasi mencapai 8,02%, dan hanya 0,83% yang menjadikan olahraga sebagai sarana meraih prestasi atau bagian dari pekerjaan.
Data ini menunjukkan bahwa budaya olahraga di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Di tengah meningkatnya kesadaran hidup sehat, sebagian besar masyarakat masih belum menjadikan aktivitas fisik sebagai rutinitas yang konsisten.
Tujuan lahraga Foto: BPS
(mae/mae)
Addsource on Google














































