Sosok Ini Punya Harta Rp800 T, Tapi Hidup Miskin dan Pakai Baju Bekas

3 months ago 39

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas orang kaya, apalagi jika harta tembus triliunan rupiah, sudah pasti gaya hidupnya juga mewah. Namun, gaya hidup raja toko perabot di dunia, Ingvard Kampard, menjadi anomali. 

Pada 2006, Bloomberg Index International memperkirakan dia memiliki harta US$ 58,7 miliar atau Rp 800-an triliun dan menjadikannya sebagai orang terkaya keempat di dunia. Lalu, Forbes pada 2010 sempat menebak hartanya sebesar US$23 miliar atau Rp 350-an triliun.

Besarnya harta yang dimiliki pendiri IKEA itu tak sebanding dengan gaya hidup yang dia anut. Sebab, dia mengaku menjalani hidup miskin supaya tak dikira pamer dan sombong. 

Dalam wawancara kepada Forbes tahun 2000 silam, Kamprad menyebut keputusannya menjalani gaya hidup sederhana adalah bentuk tanggungjawabnya sebagai manusia. Dia beranggapan bahwa sudah seharusnya dia, yang kaya raya, menjadi orang biasa supaya bisa mengerti kemauan mereka.

Dengan menjadi orang biasa, Kamprad bisa mengerti masalah yang sebenarnya terjadi, termasuk bisa memikirkan solusi atas masalah itu. Tak diketahui pasti sejak kapan dia melakukan itu.

Namun, pada 1976 dia sempat menulis semacam deklarasi landasan bisnis IKEA berjudul "The Testament of Furniture Dealer". Lewat tulisan setebal 38 halaman itu, dia berpegang pada keyakinan bahwa pemborosan adalah dosa, dan kesederhanaan adalah kebaikan.

Pegangan itu pada akhirnya tak hanya jadi bualan semata, tetapi diterapkannya dalam hidup keseharian. Dalam obituari yang ditulis New York Times, sebelum meninggal pada 2018 silam, Kamprad menerapkan hidup jauh dari kemewahan. Saat mengunjungi gerai IKEA di seluruh dunia, dia selalu naik pesawat kelas ekonomi super murah. Lalu dilanjutkan dengan perjalanan kereta kelas dua.

Tak hanya itu, Kamprad juga sering menyantap makanan murah dan tinggal di hotel yang sama sekali tidak berbintang. Bahkan, di rumah pribadi di Swiss, garasinya hanya ada mobil Volvo tua. Sedangkan lemari pakaian terisi oleh pakaian bekas yang dibeli di pasar loak.

Untuk mencukur rambut, dia tinggal mendatangi tukang cukur murah yang ada di ruko-ruko perkotaan. Lalu, saat ingin berlibur dia hanya perlu berkeliling Swiss sambil naik sepeda.

Semua itu dilakukan bukan untuk menghindari pajak, tetapi murni hidup sederhana. Dia tidak mau dikira pamer apalagi sombong oleh orang lain. Singkatnya, dia ingin hidup setara dengan masyarakat lain hingga rela bertingkah laku seperti masyarakat miskin.

Tak hanya itu, dia juga ingin sikap hidup sederhana diterapkan oleh seluruh bos dan karyawan IKEA di seluruh dunia. Perintah Kamprad itu lantas tertuang dalam 8 nilai manifestasi IKEA yang intinya mengharuskan para pegawai di kantor dan hidup keseharian untuk saling peduli, saling bersama, baik, rendah hati, dan bertanggung jawab. Salah satu perpanjangan perintah itu adalah larangan kepada para bos untuk menaiki kelas penerbangan mahal saat kunjungan kerja.

Kini Kamprad sudah meninggal pada 27 Januari 2018. IKEA pun diteruskan oleh anak-anaknya. Namun, siapapun pasti mengingat bahwa IKEA adalah buah keringat Ingvar Kamprad yang selalu hidup sederhana selama 92 tahun hidup di dunia.


(mfa/mfa)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Menilik Persiapan New York Sambut Tahun Baru 2025

Next Article 6 Tips Frugal Living Ala Warren Buffett, Bisa Cepat Kaya

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research