REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan riset inovatif berbasis teknologi.
Prestasi membanggakan kali ini datang dari Program Studi Informatika Program Doktor, di mana mahasiswanya, Esron Rikardo Nainggolan, M.Kom, berhasil meraih pendanaan Hibah Penelitian Disertasi Doktor (PDD) Tahun 2026.
Hibah diperoleh melalui proposal penelitian berjudul “Integrasi Segmentation Free Convolutional Neural Networks dan Interpretasi Fitur untuk Klasifikasi Whole Slide Image Sitologi Serviks”.
Penelitian ini berfokus pada pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam deteksi dini kanker serviks melalui analisis citra medis.
Riset ini dilatarbelakangi kebutuhan akan metode diagnosis yang lebih cepat, akurat, dan dapat diinterpretasikan dengan baik oleh tenaga medis.
Dengan pendekatan segmentation free, model yang dikembangkan mampu menyederhanakan proses analisis tanpa tahapan segmentasi citra yang kompleks, sekaligus tetap mempertahankan tingkat akurasi tinggi.
Selain itu, fitur interpretasi yang disematkan memungkinkan hasil analisis lebih mudah dipahami oleh dokter dan tenaga kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, Esron dibimbing Prof Dr Dwiza Riana dan Dr Nita Merlina, yang berperan dalam mengarahkan penelitian agar memiliki kontribusi ilmiah sekaligus dampak praktis di bidang kesehatan digital.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UNM, Dr Nita Merlina mengapresiasi capaian tersebut sebagai bukti kualitas riset mahasiswa doktoral UNM.
“Keberhasilan ini menunjukkan riset di UNM mampu menjawab tantangan nyata di masyarakat. Kami mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi yang tak hanya kuat secara akademik juga aplikatif dan berdampak luas,” ujarnya dalam rilis, Rabu (6/5/2026).
Esron berharap, penelitiannya berkontribusi nyata untuk dunia medis. “Penelitian ini saya kembangkan agar dapat membantu tenaga medis dalam mendeteksi kanker serviks lebih dini dengan hasil yang cepat, akurat, dan mudah diinterpretasikan, sehingga dapat meningkatkan kualitas penanganan pasien,” ungkapnya.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian individu, juga mencerminkan kekuatan ekosistem riset di lingkungan UNM. Dukungan fasilitas, pembinaan akademik, serta kolaborasi dengan para pakar menjadi faktor penting dalam menghasilkan penelitian yang kompetitif di tingkat nasional.
UNM terus berkomitmen mendorong pengembangan riset berbasis teknologi, khususnya di bidang kecerdasan buatan dan kesehatan digital. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut hingga tahap implementasi, termasuk integrasi ke dalam sistem pendukung keputusan medis.
Dengan capaian ini, UNM optimistis dapat terus melahirkan inovasi yang tidak hanya berkontribusi pada dunia akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional di era transformasi digital.

3 hours ago
2













































