REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menorehkan prestasi melalui keberhasilan dosen dan mahasiswa dalam Program Pendanaan Riset dan Pengembangan Tahun 2026 pada skema Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Tim yang diketuai Siti Nurlela bersama anggota Siti Masturoh dan Riki Supriyadi, serta didukung mahasiswa Maria Olivia dan Naysha Syifa Ardana, berhasil lolos pendanaan dengan program bertajuk “Penerapan Sistem Informasi PKK Kelurahan Cipinang Melayu Berbasis Website untuk Pengelolaan Administrasi dan Pemberdayaan UP2K.”
Program ini akan diimplementasikan di PKK Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, yang selama ini aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).
Berdasarkan hasil observasi tim, pengelolaan administrasi masih dilakukan secara manual dan belum terintegrasi, sementara pemasaran produk UP2K masih terbatas secara konvensional.
Menjawab tantangan tersebut, tim menghadirkan solusi berupa sistem informasi berbasis website yang terintegrasi. Sistem ini tidak hanya mendukung administrasi PKK secara digital, juga menyediakan fitur etalase online untuk memperluas pemasaran produk UP2K.
Selain pengembangan teknologi, program ini juga mencakup pelatihan dan pendampingan kepada pengurus PKK dan pelaku usaha, mulai dari penggunaan sistem, pengelolaan data, hingga strategi pemasaran digital.
Ketua tim, Siti Nurlela menegaskan, program ini dirancang tidak hanya sebagai solusi teknologi, juga sebagai upaya pemberdayaan masyarakat berbasis digital. Ia merancangnya untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
‘’Tidak hanya menghadirkan sistem, juga memastikan masyarakat mampu mengelola dan memanfaatkannya secara mandiri. Harapannya, digitalisasi ini dapat meningkatkan efisiensi administrasi sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi pelaku UP2K,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip Rabu (6/5/2026).
Ia menambahkan, keberlanjutan program menjadi fokus utama tim. “Kami akan melakukan pendampingan secara bertahap serta monitoring berkala agar implementasi sistem berjalan optimal dan memberikan dampak jangka panjang,” tambahnya.
Implementasi sistem akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pengurus PKK sebagai pengelola utama. Monitoring dan evaluasi juga akan dilakukan secara berkala guna memastikan program berjalan sesuai target.
“Capaian ini menjadi bukti komitmen UNM menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis teknologi. Program ini diharapkan menjadi model digitalisasi yang bisa direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia,” tutupnya.

3 hours ago
2













































