REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Pemerintahan Iran mengonfirmasi atas syahidnya Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Larijani, Rabu (18/3/2024). Melalui pernyataan tertulis yang disiarkan ke publik, Larijani wafat saat serangan susulan agresi Zionis Israel-Amerika Serikat (AS) ke Teheran, pada Senin (16/3/2026) malam waktu setempat.
“Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, diumumkan sebagai martir menyusul agresi AS-Israel pada Senin malam,” begitu dalam laporan al-Mayadeen yang dikutip, Rabu (18/3/2026).
Larijani, menjadi salah satu tokoh penting di Iran selama ini, sekaligus menjadi pejabat dengan posisi politik terkuat kedua setelah Pemimpin Tertinggi Iran yang bergelar Ayatullah.
Wafatnya Larijani dalam peperangan melawan agresi Zionis-AS ini, pun membuatnya sebagai martir tertinggi kedua, setelah syahidnya Wali Agung Ayatullah Ali Khamenei yang dibunuh oleh AS-Zionis pada serangan pembuka perang, Sabtu (28/2/2026) lalu.
Sebelum wafat, Larijani sempat menuliskan pesan-pesan patriotik untuk militer dan seluruh rakyat Iran. Pesan-pesan yang diposting melalui akun X miliknya terkait dengan gugurnya para prajurit Angkatan Laut Iran dalam perang perlawanan terhadap AS-Zionis.
“Dalam kesempatan upacara pemakaman para anggota Angkatan Laut Republik Islam Iran yang gagah berani: Kenangan mereka akan selalu tetap di hati rakyat Iran, dan kemaritiman ini akan memperkuat fondasi tentara Republik Islam dalam struktur angkatan bersenjata untuk tahun-tahun mendatang. Saya memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa untuk menganugerahkan kepada para martir terkasih ini kedudukan tertinggi,” begitu tulis pesan Larijani.
Beberapa hari sebelum gugur, Larijani, pun sempat menuliskan enam pesan untuk negara-negara Islam di kawasan Teluk Arab.
Dalam pesan-pesannya untuk negara-negara Islam di kawasan Arab itu, Larijani mengatakan, Republik Islam Iran bukanlah musuh bagi negara-negara Teluk. Musuh sejati negara-negara Islam di kawasan Arab, kata ia, adalah Zionis Israel, bersama Amerika Serikat (AS).
Iran bukan berperang dan menyerang negara-negara tetangga sesama Islam di Timur Tengah (Timteng). Namun berperang untuk melawan dua musuh utama negara-negara Islam saat ini, yaitu Zionis Israel dan AS yang menjadikan wilayah-wilayah Arab sebagai pangkalan untuk menyerang Iran.
Larijani juga mengatakan, AS dan Zionis juga merupakan musuh utama negara-negara Arab. AS-Zionis, kata Larijani tak akan pernah memberikan kesetiannya, dan tak akan pernah memberikan perlindungan kepada negara-negara Arab dan Islam.

6 hours ago
5












































