MUI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi, Ajak Umat Sadari Pentingnya Gotong Royong

1 hour ago 1

Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis berbincang dengan Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, didampingi Asdep Manajemen Mutu Layanan BPJS Kesehatan. Hadir Waketum MUI Provinsi Kaltim KH Bukhari Nur dan Ketum MUI Kota Balikpapan, KH Abdul Rosyid Bustom.

REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN— Kerja sama antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan BPJS Kesehatan dinilai semakin penting dalam mendorong kualitas kesehatan umat.

Ketua Dewan Penasihat Syariah BPJS Kesehatan, KH M Cholil Nafis, menegaskan bahwa sinergi kedua lembaga memiliki ruang lingkup yang luas, mulai dari aspek sosial hingga jaminan kesehatan nasional.

“Untuk memantapkan kerja sama MUI dengan BPJS, lingkupnya jelas. Kita ini punya umat, punya tanggung jawab sosial. Sementara BPJS menjamin kesehatan. Pertanyaannya, bagaimana umat kita bisa menjadi sehat,” ujar Kiai Cholil, di hadapan puluhan pemangku kebijakan dan tokoh agama, dalam  dalam Sinergi Engagement Program Jaminan Kesehatan Nasional, di Gedung MUI Kota Balikpapan, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, kesehatan menjadi fondasi utama dalam menjalankan aktivitas kehidupan, termasuk ibadah. Dia menekankan bahwa kondisi fisik yang baik akan berdampak langsung pada kualitas pengabdian seseorang.

“Sehat itu pangkal dari seluruh aktivitas dan kemanfaatan kita. Kalau saya sakit, tidak mungkin saya bisa hadir dan beraktivitas seperti sekarang. Jadi, kesehatan itu harus dijaga,” katanya.

Kiai Cholil juga mengaitkan pentingnya kesehatan dengan pelaksanaan ibadah salat. Ia menjelaskan bahwa kesempurnaan gerakan salat sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik seseorang.

“Shalat yang sempurna itu juga karena sehat. Ciri orang sehat bisa terlihat dari gerakan shalatnya—rukuknya lurus, sujudnya benar, duduk tahiyatnya sempurna. Sementara yang tidak sehat, sering kali tidak bisa melaksanakan gerakan dengan baik, misalnya miring atau bahkan tidak mampu berdiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menilai kolaborasi antara MUI dan BPJS Kesehatan dapat memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari ajaran agama.

Selain itu, kerja sama ini juga mendorong kepatuhan masyarakat dalam mengikuti program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Sementara itu, BPJS Kesehatan menegaskan pentingnya kolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam membayar iuran.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menyoroti masih tingginya jumlah peserta nonaktif sebagai tantangan utama keberlanjutan program.

“Kami dari BPJS Kesehatan merasa perlu terus berdampingan tangan dengan MUI dan juga organisasi yang bernaung di bawah MUI. BPJS Kesehatan ini adalah badan hukum yang amanatnya cukup besar, cukup berat, dan mulia,” ujar Akmal. 

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research