REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kampung Demakan Lama, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berlangsung meriah pada Ahad (9/8/2026). Beragam perlombaan digelar, mulai dari gerak jalan, jalan sehat keluarga, hingga aneka lomba untuk anak-anak.
Salah satu kegiatan yang paling dinantikan warga adalah lomba gerak jalan. Tahun ini, peserta tidak hanya dituntut tampil kompak dalam barisan, tetapi juga menunjukkan kreativitas melalui kostum yang dikenakan masing-masing kelompok.
Ketua pelaksana perayaan 17-an, Danang, mengatakan gerak jalan dan jalan sehat keluarga menjadi kegiatan yang selalu dinanti warga setiap perayaan Agustus.
“Lomba 17-an yang paling dinanti dan ditunggu-tunggu yaitu lomba gerak jalan dan jalan sehat keluarga, dan aneka lomba anak-anak,” ujar Danang.
Tradisi perlombaan 17-an di Kampung Demakan Lama terus berlangsung dari tahun ke tahun. Meski menjadi agenda rutin, panitia berupaya menghadirkan hal baru dalam setiap penyelenggaraan agar perayaan tetap menarik bagi warga.
Danang mengatakan, salah satu hal baru pada perayaan tahun ini adalah keterlibatan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam kepanitiaan.
"Untuk yang pertama kali dihadirkan dalam perayaan ini adanya peran serta mahasiswa UGM terlibat aktif di dalam kepanitiaan perayaan 17-an yang ke-81 di tahun 2026 ini,” katanya.
Kreativitas peserta terlihat dari beragam kostum yang digunakan saat gerak jalan. Kelompok ibu-ibu RT 27, misalnya, memilih tema chef yang dinilai sesuai dengan keseharian mereka.
Peserta dari kelompok tersebut, Rahmita Arum, mengatakan tema chef dipilih untuk menggambarkan identitas ibu-ibu yang dekat dengan aktivitas di dapur. Mereka melengkapinya dengan topi chef, celemek, serta face painting bergambar telur ceplok dan terong.
“Ambil tema kelompok terdiri dari ibu-ibu RT 27, kita menjadi chef sangat relevan dengan peran kita, sebuah identitas ibu-ibu di dapur,” ujar Rahmita.
Menurut Rahmita, lomba gerak jalan juga menjadi ajang bagi warga untuk bersenang-senang sekaligus menunjukkan kreativitas dan kekompakan kelompok. Yel-yel yang ditampilkan turut menjadi bagian dari upaya membangun kekompakan peserta.
Sementara itu, Wantoro selaku koordinator acara menilai kreativitas peserta menjadi salah satu daya tarik dalam pelaksanaan lomba tahun ini. Beragam penampilan dan kostum yang ditampilkan membuat suasana perlombaan semakin hidup.
“Antusiasme warga sangat luar biasa. Setiap kelompok punya cara sendiri untuk tampil unik dan nyentrik," ujar Wantoro.
Menurut dia, semangat warga dalam mengikuti perlombaan menunjukkan kegiatan 17-an masih menjadi ruang berkumpul dan bersenang-senang bersama masyarakat.
Kemeriahan tersebut diharapkan tidak berhenti pada perayaan tahun ini. Danang mengatakan panitia akan berupaya meningkatkan penyelenggaraan pada tahun berikutnya.
“Insya Allah, pelaksanaan di tahun yang akan datang akan kita tingkatkan lagi agar lebih meriah lagi. Merdeka," kata Danang.
Bagi Rahmita, keterlibatan warga dalam perayaan kemerdekaan juga diharapkan diikuti dengan semakin banyaknya apresiasi bagi peserta. Ia berharap penyelenggaraan tahun depan dapat berlangsung lebih meriah dan menghadirkan lebih banyak doorprize.
“Harapannya yang pasti harus lebih meriah dan doorprize-nya harus lebih banyak karena kita sebagai warga Kampung Demakan ikut berpartisipasi dalam perayaan,” ujar Rahmita.

1 hour ago
2

















































