Sampah Gunungan Akan Diolah Jadi BBM Terbarukan

4 hours ago 2

Petugas mengoperasikan mesin pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Pengolahan sampah organik dengan teknologi hidrotermal tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya, khususnya di pasar tradisional yang setiap hari menghasilkan sampah organik dalam jumlah besar. Penggunaan teknologi hidrotermal mampu memangkas waktu pengolahan sampah organik dari metode konvensional yang memerlukan waktu sekitar tujuh hingga 10 hari menjadi hanya dua jam dalam setiap proses pengolahan. Pengolahan sampah organik ini juga menjadi langkah konkret Pemprov DKI Jakarta dalam mengimplementasikan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan Sampah di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mulai mendorong pengolahan timbunan sampah lama di tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi bahan bakar minyak (BBM) terbarukan melalui teknologi pirolisis. Langkah itu bagian dari percepatan implementasi pengolahan sampah menjadi energi sesuai mandat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut pemerintah tidak lagi hanya fokus pada skema waste to energy yang mengolah sampah baru menjadi listrik. Pemerintah kini mulai membidik gunungan sampah lama di berbagai daerah seperti Bantar Gebang, Bandung, hingga Bali untuk diolah menjadi BBM melalui teknologi pirolisis.

“Kalau sebelumnya sampah diolah menjadi energi listrik, sekarang kita dorong timbunan sampah di TPA diubah menjadi BBM terbarukan melalui teknologi pirolisis,” kata tokoh yang akrab disapa Zulhas itu di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan skema pirolisis berbeda dengan waste to energy berbasis insinerator. Pada skema waste to energy, sampah baru langsung diolah menjadi listrik. Adapun teknologi pirolisis difokuskan untuk menangani timbunan sampah lama yang sudah menggunung di TPA.

Menurut Zulhas, pemerintah menghadapi persoalan serius akibat tingginya volume sampah lama di sejumlah daerah. Bahkan, gunungan sampah di beberapa TPA disebut telah mencapai setinggi 16 gedung. “Nah, kita ini sudah punya sampah yang menggunung setinggi 16 gedung. Seperti Bantar Gebang dan tempat-tempat lain yang tinggi-tinggi. Itu sekarang yang pakai pirolisis akan diolah menjadi BBM,” ujarnya.

Sejumlah kementerian dan lembaga terlibat dalam proyek tersebut. Itu mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pendidikan Tinggi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT Pindad, hingga unsur TNI AD. Pihak-pihak tersebut ikut mendukung pengembangan teknologi dan implementasi di lapangan.

Zulhas menuturkan pengolahan sampah kini dipandang sebagai bagian dari strategi kemandirian energi nasional. Pemerintah juga menggandeng Danantara dalam pengembangan proyek waste to energy dan pengolahan sampah berbasis teknologi lainnya.

“Artinya pengolahan sampah tidak lagi dilihat sebagai beban, tetapi sebagai sumber energi dan bagian dari cita-cita kemandirian energi nasional,” tuturnya.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir mengatakan pemerintah menyiapkan skema berbeda untuk penanganan sampah baru dan sampah lama. Sampah baru akan diproses melalui proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), sedangkan timbunan lama akan memakai teknologi tersendiri.

Ia menyebut sejumlah kota besar menjadi prioritas penanganan sampah lama karena volume timbunannya sudah sangat besar. Jakarta, Bandung, dan Bali masuk dalam daftar lokasi tahap awal proyek tersebut. “Yang paling besar kan Jakarta salah satunya. Nanti sampah lama yang sudah menggunung itu akan menggunakan teknis sendiri, sedangkan sampah baru dengan waste to energy,” kata Pandu.

Pemerintah menargetkan percepatan proyek pengolahan sampah menjadi energi dapat berjalan bertahap hingga 2028. Zulhas menyebut separuh proyek ditargetkan selesai pada 2027, sedangkan sisanya dirampungkan pada 2028, termasuk proyek di Bantar Gebang.

Pengolahan sampah menjadi energi diproyeksikan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi beban TPA sekaligus memperkuat pasokan energi terbarukan nasional. Pemerintah memastikan progres penanganan sampah akan terus dipantau melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research