Karantina RI Perkuat Mutu Laboratorium, Raih Sertifikat Produsen Bahan Acuan dari KAN

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Upaya memperkuat sistem biosekuriti nasional dan menjaga kredibilitas hasil uji laboratorium karantina terus dilakukan pemerintah. Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Besar Uji Standar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan berhasil memperoleh Sertifikat Produsen Bahan Acuan (PBA) dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Sertifikat bernomor PBA-013-IDN tersebut berlaku selama lima tahun, mulai 30 April 2026 hingga 29 April 2031. Sertifikasi ini menjadi pengakuan atas kompetensi teknis laboratorium dalam memproduksi bahan acuan sesuai standar SNI ISO 17034:2016.

Kepala Karantina Uji Standar, Risma J.P. Silitonga, mengatakan keberadaan bahan acuan menjadi elemen penting dalam memastikan validitas hasil pengujian laboratorium, terutama untuk pengujian penyakit karantina hewan, ikan, dan tumbuhan.

“Penyediaan bahan acuan tertelusur ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan laboratorium pengujian dalam pengujian penyakit karantina hewan, ikan, dan tumbuhan,” ujar Risma dalam keterangan resmi, Ahad (18/5/2026).

Menurut dia, sertifikasi tersebut tidak hanya menjadi capaian administratif, tetapi juga langkah strategis menuju kemandirian sistem pengujian laboratorium di Indonesia. Selama ini, pemenuhan bahan acuan masih menjadi tantangan bagi sejumlah laboratorium, terutama terkait standar mutu dan ketertelusuran.

Dengan status sebagai Produsen Bahan Acuan resmi, Karantina Uji Standar diharapkan mampu menyuplai kebutuhan laboratorium pengujian secara mandiri dan lebih cepat, sekaligus menjaga standar mutu yang diakui secara internasional.

Risma menilai penguatan laboratorium karantina menjadi semakin penting di tengah meningkatnya mobilitas perdagangan global dan ancaman penyebaran organisme pengganggu maupun penyakit lintas negara. Karena itu, penguatan budaya mutu, inovasi, dan profesionalisme laboratorium terus didorong untuk mendukung sistem pengawasan karantina yang lebih adaptif dan kredibel.

“Keberhasilan ini sekaligus menegaskan komitmen Badan Karantina Indonesia dalam memperkuat infrastruktur laboratorium karantina yang adaptif, kredibel, dan mampu mendukung kelancaran perdagangan serta pelindungan hayati Indonesia,” kata Risma.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research