Jurnalis Republika Fitriyan Zamzami (kiri), Ketua Komite Pelaksana ARI-BP, Ustaz Zaitun Rasmin (kedua dari kiri), dan Wakil Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI Ustaz Oke Setiadi (kanan) ada Diskusi dan Konferensi Pers, Kamis (13/8/2025)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penculikan Israel terhadap awak armada Global Sumud Flotilla yang berisi pegiat kemanusiaan, tenaga medis dan jurnalis dari Indonesia - dua diantaranya merupakan wartawan Republika - dan berbagai negara lain menuai kecaman dari banyak pihak. Majelis Ulama Indonesia (MUI), ormas Islam dan lembaga-lembaga filantropi nasional mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk membantu membebaskan WNI yang ditahan Israel.
"Bismillahirrahmanirrahim, kami Pimpinan Majelis Ulama Indonesia bersama pimpinan ormas Islam dan lembaga-lembaga filantropi nasional, memohon kepada bapak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengupayakan pembebasan sembilan warga Indonesia yang disandera Zionis Israel dan sandera lainnya yang ditahan Zionis Israel," kata Ketua MUI Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin diikuti para ulama dan perwakilan lembaga filantropi nasional yang hadir di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Untuk diketahui, MUI juga membentuk Crisis Center untuk menampung pesan masyarakat dan pasokan informasi. Crisis Center juga melayani jika ada keluarga korban datang, maka MUI akan menerima dan memberikan dukungan untuk memperkuat.
Ustaz Zaitun menambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, bahkan MUI minta bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto jika masalah penyanderaan oleh Israel ini belum selesai atau jika sandera tersebut belum dibebaskan dalam waktu dekat ini.
"Kita minta semua umat bersuara nyaring tentang pembebasan (WNI yang disandera Israel) ini, Insya Allah gemanya akan sampai ke sana dan para sandera cepat dibebaskan," ujar Ustaz Zaitun.

1 hour ago
2












































