Keponakan Istri Bupati Konawe Selatan Lecehkan ART, Korban Lapor ke Polisi Malah Diminta Berdamai

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, KONAWE SELATAN -- Seorang Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah Bupati Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga menjadi korban pelecehan seksual saat sedang bekerja. Korban berinisial PI (18 tahun) dilecehkan keponakan istri bupati di dalam kamarnya. Ironisnya, setelah kasus tersebut terbongkar korban dan keluarganya justru mendapatkan tekanan dan intimidasi, termasuk saat melapor ke polisi korban justru diminta menikah dengan pelaku.

Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sulawesi Tenggara, Muhammad Fadli Lauleholo ketika berbincang dengan tim Republika menjelaskan kronologi kejadian. Lewat wawancara online, Fadli berkata, dugaan tindak pidana pemerkosaan itu terjadi di rumah pribadi Bupati Konawe Selatan. Peristiwa itu, kata dia, terjadi pada 12 Mei 2026 sekitar pukul 23.50 Waktu Indonesia Tengah.

"Korban berinisial SA saat itu baru pulang ke rumah pribadi Bupati Konawe Selatan. Dia habis keluar makan, jadi ketika korban pulang dan masuk ke dalam rumah lalu menuju ke dalam kamar mengganti baju dan menuju ke kamar mandi. Saat sedang menuju ke kamar madi, korban berpapasan dengan tersangka yang ingin membuang sampah," kata Fadli.

Setelah berpapasan, korban masuk ke dalam kamar dan tidak menutup pintu karena ingin ke dapur untuk bersih-bersih. Tapi, kata Fadli, tersangka ikut masuk ke dalam kamar dan duduk di samping korban di atas tempat tidur. Tersangka, kata Fadli, sempat bertanya kepada korban ke mana pembantu yang lain. Kebetulan, saat kejadian, pembantu rumah tangga yang lain pulang kampung, dan korban atau SA sedang sendiri di kamar itu.

"Setelah itu, karena korban ini merasa janggal, Kenapa tiba tiba masuk ke dalam kamar dan menanyakan pembantu rumah tangga yang lain. Korban diam sambil main HP. Lalu tersangka saat itu mengajak korban pacaran. Karena korban takut dan tidak mau, korban berdiri untuk menghindar. Tapi tiba-tiba pelaku berdiri dan menutup pintu kamar lalu mengunci," ujar Fadli.

Saat itu, pelaku berkata kepada korban untuk jangan takut dan meminta korban duduk di atas kasur. Pelaku lalu langsung merangkul bahu korban dan mencoba meraba payudara. Korban langsung berdiri ketakutan dan menjauh.

"Pelaku memaksa korban berhubungan badan. Dia bilang, 'enggak ada orang yang tahu, hanya kita berdua saja'. Kemudian pelaku menarik korban dan membaringkan ke tempat tidur," cerita Fadli.

Korban saat itu ketakutan menutup wajahnya dengan tangan, pelaku yang menindik korban kemudian memaksa mencium area leher korban dan memaksa membuka baju. "Karena korban terancam, korban lalu menendang pelaku. Saat pelaku kesakitan, korban meminta tolong tetapi tidak ada yang mendengar," ujar Fadli.

Upaya korban untuk melarikan diri dari dalam kamar sempat dihalangi pelaku. Pelaku sempat memeluk korban dari belakang tapi berhasil dilepaskan. Pelaku kemudian takut karena korbannya melawan lalu keluar kamar dan korban menutup pintu kamar.

"Tapi karena pelaku terburu-buru, HP dan kunci motornya tertinggal di dalam kamar korban. Dia (pelaku) mencoba kembali masuk dan mengetok pintu terus. Korban yang takut pelaku kembali masuk ke kamar, menendang HP dan kunci motor lalu menutup kembali pintu kamar. Setelah itu korban menelepon temannya bernama Erwin untuk meminta tolong," kata Fadli.

Usai kejadian, Erwin memujuk korban untuk membuat laporan ke polisi. Tapi baru tanggal 13 Mei korban membuat laporan di Polresta Kendari.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research