REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berjalan kaki dan bersepeda sama-sama dikenal sebagai olahraga yang baik untuk menjaga kebugaran tubuh. Keduanya juga kerap direkomendasikan bagi orang yang ingin tetap aktif tanpa memberikan tekanan berlebihan pada persendian, termasuk lutut.
Namun jika berbicara soal kesehatan lutut, terutama bagi orang yang mengalami nyeri lutut, osteoarthritis, atau memiliki riwayat cedera, olahraga mana yang terbaik? Dokter spesialis kedokteran olahraga, Joseph Garry, mengatakan bersepeda sebetulnya lebih ramah bagi sendi dibandingkan berjalan kaki. Pasalnya, bersepeda memberikan tekanan yang lebih kecil pada lutut selama bergerak sehingga umumnya terasa lebih nyaman.
"Perbedaan utama keduanya terletak pada beban yang diterima lutut. Bersepeda merupakan aktivitas non-weight-bearing, sehingga saat mengayuh, lutut tidak menopang seluruh berat badan. Hal ini membuat tekanan pada sendi menjadi lebih rendah," kata Garry dilansir laman Very Well Health, Kamis (30/7/2026).
Di sisi lain, berjalan kaki dapat memberikan beban pada lutut hingga sekitar 1,5 kali berat badan di setiap langkah. Karena itu, tenaga kesehatan dan dokter bedah kerap merekomendasikan sepeda statis bagi pasien yang sedang menjalani pemulihan setelah cedera atau operasi lutut, maupun bagi penderita osteoartritis lutut.
Meski lebih ringan bagi sendi, bersepeda membutuhkan rentang gerak lutut yang lebih besar dibandingkan berjalan kaki. Gerakan mengayuh yang melingkar membuat lutut harus menekuk lebih jauh. Pergerakan tersebut merangsang tubuh memproduksi lebih banyak cairan sinovial, yakni cairan yang berfungsi melumasi sekaligus menutrisi sendi lutut.
Karena itu, menurut Garry, bersepeda dapat menjadi pilihan lebih baik bagi orang yang ingin meningkatkan atau mempertahankan rentang gerak lutut secara bertahap. Namun jika lutut belum mampu menekuk hingga sudut yang dibutuhkan saat mengayuh, berjalan kaki bisa menjadi pilihan yang lebih sesuai.
"Jika muncul nyeri saat berjalan maupun bersepeda, itu tandanya perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Fisioterapis atau terapis okupasi dapat membantu menyusun latihan untuk memperkuat lutut sekaligus menentukan batas aman saat melatih rentang gerak sendi," kata Garry.
Namun demikian, walaupun berjalan kaki memberikan tekanan yang lebih besar pada lutut dibandingkan bersepeda, hal tersebut tidak selalu berdampak negatif. Sebagai aktivitas weight-bearing atau menopang berat badan, berjalan kaki justru dapat membantu menjaga kesehatan tulang.

1 hour ago
1

















































