Kakorlantas Akui Penanganan Arus Mudik Tahun Ini Berbeda

10 hours ago 4

Sejumlah pemudik bersepeda motor melintas di kawasan Kalimalang, Jakarta, Rabu (18/3/2026). Arus mudik Lebaran 1447 H mulai menunjukkan peningkatan signifikan di jalur tersebut pada H-3 Idulfitri. Ratusan pemudik roda dua terpantau ramai menuju jalur Pantura dengan tujuan berbagai wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Pemudik memilih berangkat pada malam hari untuk menghindari terik matahari. Selain membawa beragam barang bawaan yang diikat di bagian belakang kendaraan, sebagian pemudik juga menempelkan tulisan-tulisan lucu, sindiran, hingga curahan hati pada motor atau barang bawaannya. Meski volume kendaraan menuju arah Bekasi dan jalur Pantura meningkat, arus lalu lintas terpantau ramai lancar dan hanya sesekali melambat di sejumlah titik persimpangan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan penanganan arus mudik 2026 dilakukan dengan pendekatan berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Perbedaan itu tampak dari skema rekayasa lalu lintas yang diterapkan sejak awal puncak arus mudik pada Rabu (18/3/2026).

Agus menjelaskan evaluasi bersama para pemangku kepentingan menunjukkan kondisi arus mudik secara umum tetap terkendali meski terjadi peningkatan volume kendaraan. Rekayasa lalu lintas disesuaikan dengan lonjakan tersebut agar pergerakan tetap lancar hingga tujuan.

Arus mudik cukup terkendali. Tahun ini memang berbeda. Jika dibandingkan tahun lalu, terjadi peningkatan sekitar 4,62 persen, dari 258 ribu menjadi 270 ribu kendaraan pada hari puncak. Oleh karena itu, penanganannya juga berbeda,” kata jenderal bintang dua ini, di Command Center Korlantas Polri, Cikampek, Jumat (20/3/2026).

Menurut Agus, peningkatan volume kendaraan membuat kepolisian menerapkan langkah lebih agresif. Pada puncak arus mudik, contraflow diberlakukan hingga tiga lajur dengan memanfaatkan bahu jalan di sejumlah titik strategis.

Skema tersebut diterapkan mulai dari KM 36 hingga KM 70. Setelah melewati titik itu, arus lalu lintas kembali lancar dan pemudik dapat melanjutkan perjalanan dengan aman menuju tujuan masing-masing.

“Pada puncak arus, kami sampai menutup bahu jalan dan menerapkan contraflow dari KM 36 hingga KM 70 sampai tiga lajur. Setelah KM 70 kondisi relatif lancar, alhamdulillah pemudik bisa sampai tujuan dengan selamat,” ujar Agus.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research