JMM Serukan Penguatan Ukhuwah di Tengah Dinamika Global

3 hours ago 2

Para pengunjuk rasa memegang tanda selama protes Hentikan Perang terhadap Iran di luar Balai Kota di Los Angeles, California, AS, 02 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketidakpastian geopolitik global dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan sosial di dalam negeri. Jaringan Muslim Madani (JMM) mengingatkan pentingnya menjaga persatuan sebagai modal menghadapi situasi tersebut.

JMM menilai dinamika global yang tidak menentu perlu direspons dengan penguatan solidaritas nasional. Persatuan dinilai menjadi kunci agar Indonesia tetap tangguh di tengah tekanan global.

Direktur Eksekutif JMM Syukron Jamal mengatakan, masyarakat perlu memperkuat semangat kebangsaan dan menjaga kerukunan sosial.

“Di tengah dunia yang diliputi ketidakpastian geopolitik dan potensi krisis global, bangsa Indonesia harus memperkuat ukhuwah, solidaritas, dan persatuan. Kita tidak boleh terpecah oleh perbedaan politik, identitas, maupun kepentingan jangka pendek,” kata Syukron dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).

Menurut Syukron, kekuatan nasional tidak hanya ditentukan oleh ekonomi, tetapi juga soliditas masyarakat. Momentum Ramadhan juga dinilai relevan untuk memperkuat rekonsiliasi sosial dan persaudaraan.

“Idul Fitri adalah momentum spiritual untuk kembali kepada kesucian hati, memperkuat silaturahmi, serta meneguhkan kembali komitmen kebangsaan kita sebagai satu bangsa dan satu tanah air,” kata Syukron.

JMM mengajak tokoh agama, akademisi, hingga generasi muda menjaga ketenangan sosial dan semangat gotong royong.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu bersatu menghadapi ujian sejarah. Dengan persatuan, insya Allah Indonesia akan mampu melewati berbagai tantangan global dan tetap melangkah menuju masa depan yang lebih kuat dan berkeadilan,” kata Syukron.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research