Ilustrasi fosil dinosaurus di China.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para ilmuwan China menemukan spesies dinosaurus berbulu baru yang hidup sekitar 120 juta tahun lalu. Temuan ini dinilai penting karena memberikan bukti fisik baru yang dapat membantu menjelaskan proses evolusi penerbangan pada dinosaurus hingga kemunculan burung modern.
Fosil dinosaurus tersebut ditemukan di Provinsi Liaoning, China timur laut. Kondisi fosil yang terawetkan dengan sangat baik memungkinkan para peneliti mengamati jejak bulu-bulu tebal yang masih tampak jelas mengelilingi kerangkanya.
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Vertebrata PalAsiatica menunjukkan dinosaurus ini memiliki kombinasi anatomi yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Spesies tersebut diketahui memiliki bulu kaki berukuran besar sekaligus bulu ekor berbentuk kipas yang sangat panjang.
Tim peneliti menyebut dinosaurus itu sebagai satu-satunya anggota kelompok pennaraptoran yang diketahui memiliki kedua karakteristik tersebut secara bersamaan. Kelompok pennaraptoran sendiri merupakan kelompok dinosaurus yang memiliki hubungan kekerabatan dekat dengan burung modern.
Dinosaurus tersebut diperkirakan memiliki sekitar 16 bulu ekor panjang yang tersusun menyerupai kipas. Para peneliti menilai bentuknya mengingatkan pada susunan bulu burung merak.
Berdasarkan analisis morfologi, spesies baru itu diklasifikasikan ke dalam keluarga dromaeosauridae dalam kelompok dinosaurus theropoda. Dengan demikian, dinosaurus tersebut merupakan kerabat dekat dari Velociraptor maupun Microraptor.
Para ilmuwan menilai kombinasi unik antara bulu sayap besar pada anggota tubuh depan, bulu kaki yang berkembang baik, dan bulu ekor panjang menjadikan spesies ini berbeda dari seluruh dinosaurus yang pernah ditemukan sebelumnya.
Karakteristik tersebut dinilai sangat penting untuk memahami tahapan evolusi kemampuan terbang pada dinosaurus. Temuan ini juga memberikan petunjuk baru mengenai proses munculnya burung modern dari leluhur dinosaurus.
Ketua tim peneliti, Xu Xing, akademisi dari Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS), memberi nama spesies baru itu Changzhousaurus sinensis.
Menurut Xu, nama tersebut dipilih sebagai bentuk penghargaan kepada Kota Changzhou di Provinsi Jiangsu, China timur. Kota tersebut dinilai memiliki kontribusi besar dalam memadukan edukasi ilmu pengetahuan tentang dinosaurus dengan pengembangan pariwisata budaya.
sumber : Xinhua

1 hour ago
1















































