REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perhelatan Festival Film Locarno di Swiss diwarnai aksi damai untuk mengenang korban genosida yang terus berlangsung di Gaza, Palestina. Sekitar 100 orang memenuhi area festival dengan membentangkan kain kafan yang memuat nama 60 ribu warga Gaza yang wafat sejak perang dimulai dua setengah tahun lalu.
Salah satu penyelenggara aksi, dr Michele Ghielmini dari Swiss Healthcare Workers Against Genocide, mengatakan para peserta aksi tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun. la juga menegaskan aksi tersebut tidak dimaksudkan untuk mengganggu jalannya festival.
Menurut Ghielmini, waktu dan lokasi demonstrasi telah disepakati sebelumnya bersama pihak penyelenggara Festival Film Locarno dan kepolisian. Dengan demikian, aksi tersebut dirancang sebagai demonstrasi damai yang tidak mengganggu kegiatan festival.
Kain yang memuat 60 ribu nama korban wafat tersebut bukan pertama kalinya digunakan dalam aksi serupa. Sebelumnya, kain itu telah dipamerkan di Amsterdam dan di depan gedung Parlemen Swiss di Bern.
Ghielmini menjelaskan, penyelenggara memilih Festival Film Locarno sebagai tempat untuk kembali menyuarakan persoalan Gaza karena festival tersebut mempertemukan banyak orang dari berbagai negara, termasuk masyarakat Swiss dari berbagai wilayah. "Festival ini merupakan sebuah kesempatan karena banyak orang berada di sini, banyak orang dari seluruh dunia, tetapi yang juga penting, banyak orang dari Swiss," kata Ghielmini dilansir laman Variety, Senin (10/8/2026).
la mengatakan masyarakat di Swiss tidak menunjukkan tingkat kepekaan yang sama terhadap tindakan pemerintah Swiss terkait isu Palestina. Menurutnya, wilayah Swiss yang berbahasa Jerman cenderung kurang sensitif dibandingkan wilayah yang berbahasa Italia dan Prancis.
Kehadiran Festival Film Locarno, lanjut Ghielmini, memberikan kesempatan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dari wilayah Swiss yang berbahasa Jerman. Festival itu juga menarik lebih banyak media dari wilayah tersebut.
"Berkat adanya festival film ini, ada lebih banyak orang dari wilayah Swiss berbahasa Jerman yang hadir. Selain itu, banyak pula pers dari wilayah Swiss berbahasa Jerman yang meliput, sehingga kami merasa ini adalah momen yang tepat untuk kembali menarik perhatian publik terhadap apa yang telah dan sedang terjadi di Gaza," kata dia.
Berdasarkan materi tertulis yang dibagikan kepada para pengunjung, para demonstran menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah Swiss. Mereka meminta pemerintah Swiss menekan Israel agar membuka perbatasan Gaza bagi organisasi-organisasi bantuan dan media.

3 hours ago
1

















































