Jumat 08 May 2026 12:00 WIB
Pertumbuhan eceng gondok dan sendimen menganggau Waduk Saguling.
Foto: Ferry Bangkit Rizki/ Republika
Tumpukan sampah di Bantaran Waduk Saguling, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, KBB, Jawa Barat dibersihkan pada Kamis (7/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Tumpukan sampah di bantaran Waduk Saguling di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat dibersihkan. Sampah itu mencemari lingkungan dan mengancam mengancam pasokan listrik Jawa-Bali yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling.
Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail mengatakan, pihaknya menerjunkan 10 unit armada pengangkut suntuk membersihkan tumpukan sampah di bantaran Waduk Saguling yang selama ini dikeluhkan warga karena mencemari air dan menimbulkan bau menyengat.
"Untuk sampah yang menumpuk di pinggir Waduk Saguling akan diangkut dan diselesaikan sekarang," kata Asep di lokasi, Kamis (7/5/2026).
Selain armada pengangkut, Pemkab Bandung Barat juga mengerahkan satu unit alat berat ekskavator bantuan dari Indonesia Power untuk mempercepat proses pembersihan sampah yang sudah menggunung di sejumlah titik bantaran. Asep membeberkan penyebab tak kunjung terangkutnya tumpukan sampah dekat Pasar Rancapanggung itu. Keterbatasan sarana dan anggaran menjadi faktor terhambatnya penanganan sampah dari bantaran Waduk Saguling itu.
"Penyebabnya bukan hanya faktor jarak tempuh, tapi juga efisiensi anggaran dan keterbatasan armada. Ini yang sedang kami upayakan ke Pemerintah Provinsi untuk hibah armada," ujar Asep.

4 hours ago
2













































