Aksi Macklemore Bela Palestina di Konser Ed Sheeran Berujung Panas, Nama Pink lkut Terseret

7 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dunia hiburan internasional diramaikan oleh perdebatan panas yang melibatkan nama-nama besar di industri musik. Isu geopolitik yang sensitif mengenai konflik Israel-Palestina menjadi sorotan utama di panggung konser megah, hingga memicu reaksi berantai dari para musisi serta publik.

Berawal dari aksi panggung rapper Macklemore di konser Ed Sheeran. Aksi ini meluas hingga menyeret penyanyi Pink. Semua bermula ketika Macklemore tampil sebagai pembuka dalam konser Ed Sheeran yang digelar di MetLife Stadium, New Jersey. Di hadapan puluhan ribu penonton, musisi yang dikenal vokal menyuarakan isu-isu sosial tersebut menggunakan panggungnya untuk menyoroti situasi krisis di Gaza.

Selama penampilannya pada 4 dan 5 September, Macklemore secara terbuka menyuarakan dukungannya untuk Palestina, mengkritik Israel, serta membawakan lagu protesnya yang rilis pada 2024, "Hind's Hall". Aksi tersebut menyedot perhatian karena diiringi tayangan visual yang berkaitan dengan kondisi Gaza di layar raksasa stadion.

Respons dengan cepat berdatangan dari berbagai pihak yang menilai aksi panggung tersebut tidak pada tempatnya. Berdasarkan laporan TMZ, organisasi StopAntisemitism mengkritik penampilan Macklemore dan menyebut situasi tersebut sangat buruk.

Organisasi itu menilai para penonton konser berhak mendapatkan pengembalian uang tiket dan permohonan maaf. Tak hanya itu, sebuah kelompok kemasyarakatan Israeli-American Council melayangkan petisi resmi yang mendesak Ed Sheeran dan pihak penyelenggara untuk mencoret Macklemore dari sisa tur AS mendatang.

Dalam petisinya, kelompok tersebut menegaskan batas antara hiburan dan aksi politik di panggung besar. Seperti yang dilaporkan oleh Variety, isi petisi tersebut menyatakan, “Ini adalah konser Ed Sheeran, bukan rapat umum politik, bukan aksi protes, dan bukan acara aktivis. Masalahnya bukanlah apakah Macklemore berhak memiliki pandangan politik. Pertanyaannya adalah di mana batas harus ditarik ketika tampil sebagai pembuka menggunakan platform konser global untuk mendorong agenda politik sepihak."

Merespons gelombang kritik dan desakan tersebut, Macklemore tidak tinggal diam. Pada penampilan hari berikutnya, ia memberikan klarifikasi secara langsung di atas panggung mengenai maksud dari seruan politik yang ia sampaikan.

Menurut Macklemore, kritik terhadap kebijakan tidak bersumber dari rasa benci kepada kelompok keagamaan atau etnis tertentu. “Kepada seluruh saudara dan saudari Yahudiku, kritik terhadap Israel, kritik terhadap apartheid, dan penolakan terhadap genosida sama sekali bukanlah bentuk kritik terhadap kalian. Pesanku adalah untuk perdamaian, kasih sayang agar semua umat manusia diperlakukan dengan martabat, rasa hormat, dan kesetaraan,” ujarnya dikutip dari laman Variety pada Rabu (9/9/2026).

Rapper pemenang empat penghargaan Grammy ini memperluas pesan perdamaian dan kebebasan globalnya. "Jadi saya katakan bebaskan Palestina, bebaskan Lebanon, bebaskan Kuba, bebaskan Kongo, bebaskan Sudan, dan saya katakan bebaskan semua orang di Amerika yang hidup dalam ketakutan akibat organisasi teroris ini, ICE. Tidak ada satu pun dari kita yang benar-benar bebas sampai kita semua bebas,” ujar Macklemore.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research