13 Federasi Kecam Presiden UEFA yang Kritik Format Baru Piala Dunia

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 13 federasi sepak bola dari Afrika, Karibia, Asia Tengah, dan kawasan lainnya mengecam pernyataan Presiden UEFA Aleksander Ceferin terkait format baru Piala Dunia yang diperluas menjadi 48 peserta.

Melalui pernyataan bersama yang diunggah Federasi Sepak Bola Maroko di media sosial X, Senin (15/6/2026), mereka menolak anggapan Ceferin yang menyebut banyak pertandingan kualifikasi Piala Dunia tidak menarik.

"Bagi negara-negara kami, tidak ada pertandingan Piala Dunia FIFA yang tidak penting. Lolos ke Piala Dunia FIFA merupakan pencapaian bersejarah dan perwujudan mimpi yang diwariskan dari generasi ke generasi," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Pernyataan itu ditandatangani oleh federasi sepak bola Senegal, Tanjung Verde, Curacao, Uzbekistan, Kongo, Haiti, Aljazair, Tunisia, Maroko, Mesir, Ghana, Pantai Gading, dan Afrika Selatan.

Mereka menilai komentar Ceferin mengabaikan perjuangan para pemain, pelatih, klub, pengurus sepak bola, serta jutaan suporter yang mendukung tim nasional masing-masing.

Menurut mereka, perjalanan menuju Piala Dunia tidak terjadi secara instan, melainkan dibangun melalui investasi, perencanaan, dan kerja keras selama bertahun-tahun. Di balik setiap tim nasional terdapat komunitas besar yang menjadikan sepak bola sebagai sumber kebanggaan, harapan, dan pemersatu masyarakat.

Koalisi federasi tersebut juga menegaskan bahwa sepak bola merupakan olahraga global yang tidak dimiliki oleh segelintir kelompok atau pengambil keputusan tertentu.

"Piala Dunia FIFA adalah kompetisi sepak bola terbesar di dunia justru karena mempertemukan budaya, sejarah, dan perjalanan sepak bola yang berbeda-beda," tulis mereka.

Bagi banyak negara, keberhasilan lolos ke putaran final tidak hanya bernilai prestasi olahraga, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda, mempercepat perkembangan sepak bola nasional, serta menciptakan kenangan yang bertahan sepanjang hidup.

Mereka menegaskan bahwa setiap negara yang berhasil mencapai putaran final layak mendapatkan penghormatan karena seluruh peserta lolos melalui jalur kompetisi yang sah.

"Setiap negara yang lolos pantas mendapatkan rasa hormat. Setiap tim lolos berdasarkan prestasi. Setiap pertandingan memiliki arti," demikian penegasan mereka.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research