Waspada Penipuan, Investor Diminta tak Tergiur Janji Untung Besar

1 day ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tawaran investasi dengan janji keuntungan besar dalam waktu singkat masih menjadi salah satu penyebab masyarakat terjebak pada keputusan finansial berisiko. Di tengah meningkatnya minat berinvestasi, literasi keuangan dinilai menjadi faktor penting untuk menghindari kerugian.

Investor diingatkan agar tidak menyerahkan pengelolaan akun investasi kepada pihak lain, terutama yang menjanjikan keuntungan pasti. Setiap keputusan investasi sebaiknya dilakukan berdasarkan pemahaman terhadap instrumen dan risiko yang menyertainya.

Direktur Didimax Cenli Yani mengatakan, investor perlu terlibat langsung dalam pengelolaan akun investasi dan memahami setiap transaksi yang dilakukan.

“Nasabah tidak dianjurkan menitipkan dana maupun menyerahkan kendali penuh aktivitas transaksi kepada pihak lain yang menjanjikan keuntungan tertentu,” kata Cenli dalam keterangan yang diterima, Senin (1/6/2026).

Menurut dia, peningkatan literasi keuangan masih menjadi kebutuhan utama seiring bertambahnya jumlah masyarakat yang masuk ke pasar investasi. Pemahaman yang memadai dapat membantu investor menilai risiko dan menghindari tawaran investasi yang terdengar menggiurkan tetapi tidak transparan.

Cenli mengingatkan bahwa setiap instrumen investasi memiliki risiko yang berbeda. Karena itu, investor perlu memahami karakteristik produk yang dipilih sebelum menanamkan dana.

Ia menegaskan tidak ada keuntungan yang dapat dijamin dalam aktivitas investasi. Keputusan investasi seharusnya didasarkan pada analisis dan pengelolaan risiko, bukan semata-mata pada potensi imbal hasil yang ditawarkan.

Menurut dia, semakin tinggi potensi keuntungan yang dijanjikan, semakin besar pula risiko yang perlu dipahami oleh investor sebelum mengambil keputusan.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research