Trump Marah Besar di Balik Pintu, Dampak Perang Iran tak Berujung yang Keluar Kendali?

11 hours ago 7

Presiden AS Donald Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK-Majalah The Daily Beast melaporkan bahwa sebuah laporan yang disiarkan jaringan berita NBC News mengungkap meningkatnya ketegangan di lingkungan Gedung Putih seiring bertambahnya frustrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap jalannya perang dengan Iran.

Situasi tersebut diperparah oleh perbedaan pandangan di antara para pembantu seniornya mengenai strategi yang paling tepat untuk mengakhiri konflik.

Menurut laporan tersebut, NBC News mengutip keterangan seorang pejabat Amerika Serikat dan sejumlah sumber yang mengetahui secara langsung pembahasan internal pemerintahan.

Mereka menyebut bahwa Trump meledak dalam kemarahan saat menghadiri pertemuan dengan para pejabat senior keamanan nasional pekan lalu.

Dalam pertemuan itu, Trump dikabarkan melontarkan kata-kata kasar sebagai bentuk kekecewaannya karena tidak melihat kemajuan berarti dalam perang yang dimulai pada 28 Februari lalu dan telah menewaskan 18 personel militer Amerika hingga saat ini.

Pejabat yang identitasnya dirahasiakan itu memperingatkan bahwa meskipun Washington telah meraih serangkaian kemenangan taktis di lapangan, Amerika Serikat kini menghadapi risiko mengalami kekalahan strategis akibat tidak adanya arah politik yang jelas maupun keputusan tegas mengenai tujuan akhir perang tersebut.

Selain itu, The Daily Beast menyebut bahwa para penasihat dan sekutu Trump kesulitan mencapai kesepakatan mengenai langkah yang harus ditempuh selanjutnya.

Menurut pejabat tersebut, terdapat perbedaan pandangan di dalam pemerintahan Amerika mengenai prioritas utama perang.

Sebagian pihak menilai fokus harus diarahkan pada penghancuran program nuklir Iran, sementara yang lain lebih menekankan pentingnya menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz atau menghancurkan kemampuan rudal dan pesawat nirawak (drone) milik Iran.

Sementara itu, seorang sekutu Trump yang dikutip NBC News mengatakan bahwa presiden merasa sangat frustrasi karena upaya membujuk Iran untuk mencapai kesepakatan ternyata jauh lebih sulit daripada yang diperkirakan.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research