Kendaraan yang mengangkut pemudik mengalami kecelakaan lalu lintas di ruas tol Cipali Km 74 arah Palimanan, Jawa Barat, Selasa (18/4/2023). Satu kendaraan minibus yang mengangkut lima orang pemudik tujuan Ngawi, Jawa Timur itu terlibat kecelakaan dengan mobil truk pengangkut barang. Kecelakaan diduga akibat supir truk mengantuk sehingga lepas kendali dan menabrak mobil minibus. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, namun akibat kecelakaan itu sempat terjadi kemacetan hingga 2 kilometer.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjaga stamina tubuh menjadi hal krusial, terutama bagi pemudik yang menempuh perjalanan dengan kendaraan pribadi. Salah satu kunci agar tetap fokus dan terhindar dari kantuk adalah memperhatikan asupan makanan sebelum dan selama perjalanan.
Ahli gizi masyarakat IPB University, Dr dr Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pemudik tidak mudah mengantuk selama perjalanan. Salah satu yang paling penting adalah memastikan waktu tidur cukup, terutama di tengah perubahan pola tidur saat Ramadhan karena harus bangun lebih awal untuk sahur dan sering tidur lebih larut dari biasanya.
Selain itu, durasi perjalanan yang panjang dengan pemandangan jalan yang cenderung monoton juga dapat memicu rasa kantuk. Kondisi tersebut bisa membuat pengemudi merasa bosan dan kehilangan fokus saat berkendara.
"Jadi pemudik sebaiknya tidak memaksakan diri berkendara pada malam hari. Secara biologis, malam merupakan waktu tubuh untuk beristirahat. Jika tetap dipaksakan terjaga dan menyetir, risiko rasa kantuk saat perjalanan akan lebih besar," kata Karina dalam keterangan tertulis, dikutip pada Jumat (13/3/2026).
Selain faktor istirahat, pola makan juga berperan penting terhadap tingkat kewaspadaan dan stamina tubuh. Menurutnya, terdapat jenis makanan tertentu yang justru memicu rasa kantuk, sementara yang lain dapat membantu menjaga energi tetap stabil.
"Makanan yang menyebabkan kenaikan gula darah secara cepat dapat membuat kita lebih mudah mengantuk. Misalnya roti putih, keripik, gorengan, dan makanan tinggi gula lainnya," kata Karina.
Untuk menjaga energi tetap stabil, Karina menyarankan konsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks, protein tinggi, dan lemak rendah. Telur, ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, serta buah yang tinggì kandungan air bisa membantu menjaga stamina sekaligus mencegah dehidrasi.

8 hours ago
2















































