REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat kelas menengah. Pengembang NavaPark BSD City mencatat mayoritas pembeli rumah premium justru tetap menggunakan fasilitas KPR sebagai strategi pengelolaan keuangan dan likuiditas.
Head of Marketing & Business Development NavaPark Wanto Ngali mengatakan, sekitar 60 persen pembeli hunian premium di kawasan tersebut menggunakan KPR meski memiliki kemampuan finansial untuk membeli secara tunai.
“Yang menggunakan KPR bahkan mencapai hampir 60 persen,” ujar Wanto saat peluncuran Island Villa di NavaPark BSD City, Rabu (3/6/2026).
Menurut dia, keputusan menggunakan KPR lebih banyak didorong pertimbangan menjaga arus kas dan fleksibilitas keuangan, terutama bagi pembeli yang memiliki usaha atau portofolio investasi dalam jumlah besar.
“Kami melihat banyak pembeli tetap membutuhkan cash flow untuk perusahaan atau bisnis yang mereka jalankan. Jadi bukan karena tidak mampu membeli secara tunai,” katanya.
Fenomena tersebut terlihat pada sejumlah proyek premium NavaPark yang menyasar kelompok ultra-high-net-worth individual (UHNWI). Meski memiliki aset besar, banyak konsumen tetap memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari perbankan.
Wanto menjelaskan sebagian besar pembeli merupakan penghuni lama NavaPark yang melakukan peningkatan kelas hunian seiring pertumbuhan bisnis dan aset yang dimiliki.
“Untuk Villa Line yang sudah terjual habis, banyak pembelinya berasal dari klaster sebelumnya di NavaPark. Seiring perkembangan usaha mereka, kebutuhan terhadap rumah yang lebih besar juga meningkat,” ujarnya.
Terbaru, NavaPark bersama Hongkong Land meluncurkan Island Villa yang terdiri atas 35 unit, yakni 30 unit tipe Premium dan lima unit tipe Signature. Harga yang ditawarkan berkisar Rp80 miliar hingga Rp140 miliar per unit.
Meski baru dipasarkan secara terbatas, pengembang mengklaim respons pasar cukup positif. Dari 12 unit tahap awal yang ditawarkan, enam unit telah terjual, termasuk tiga unit tipe Signature yang merupakan produk dengan harga tertinggi di klaster tersebut.
Menurut pengembang, tren penggunaan KPR di segmen rumah premium menunjukkan bahwa pembeli kelas atas kini semakin memperhatikan efisiensi pengelolaan aset dan likuiditas dibandingkan melakukan pembayaran tunai untuk seluruh kebutuhan properti.

9 hours ago
4













































