Tentara Israel di kawasan dekat perbatasan dengan Mesir.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pusat Komando Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) merilis rekaman video dari sepanjang Januari yang menunjukkan keberadaan serdadu Mesir di Pusat Koordinasi Sipil-Militer (Civil-Military Coordination Center/CMCC) di Kiryat Gat, Israel, menurut laporan penyiar publik Israel KAN News pada Ahad lalu.
Menurut KAN, mereka menjadi delegasi ketiga dari negara Arab yang saat ini hadir di pangkalan CMCC, bersama dengan perwakilan dari Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA).
CMCC didirikan pada Oktober 2025 untuk mengalihkan tanggung jawab pengelolaan gencatan senjata Israel-Hamas, bantuan kemanusiaan, dan perencanaan masa depan Jalur Gaza ke tangan sekutu, setelah diterimanya rencana 20 poin dari Presiden AS Donald Trump, seperti dikutip dari The Jerussalem Post.
Pada awal Desember 2025, The Guardian melaporkan, Israel telah melakukan pengawasan terhadap pasukan militer yang ditempatkan di CMCC, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Pangkalan itu dilaporkan berada di bawah pengawasan yang begitu ketat hingga Letnan Jenderal Patrick Frank, komandan pangkalan, memanggil rekan Israel-nya untuk menegaskan bahwa "perekaman harus dihentikan di sini."
Staf CMCC juga diduga diperintahkan untuk menghindari berbagi informasi sensitif di dalam pusat koordinasi tersebut, mengingat adanya kekhawatiran bahwa Yerusalem mengumpulkan data untuk dieksploitasi.
"IDF mendokumentasikan dan merangkum pertemuan yang dihadirinya melalui protokol, sebagaimana organisasi profesional semacam ini lakukan secara transparan dan atas dasar kesepakatan," kata IDF dalam pernyataan saat itu. "Klaim bahwa IDF mengumpulkan intelijen tentang mitranya dalam pertemuan di mana IDF adalah peserta aktif adalah tidak masuk akal."

1 month ago
10











































