Dituding Lobi Trump untuk Serang Iran, Arab Saudi Buka Suara

2 hours ago 2

Citra satelit yang dirilis oleh Vantor menunjukkan bangunan-bangunan yang hancur di kompleks Khamenei di Teheran, Iran, Ahad (1/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi membantah klaim bahwa mereka melobi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran. Arab Saudi menyebut laporan-laporan yang menyatakan sebaliknya sebagai tidak benar.

Juru bicara Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington, Fahad Nazer mengatakan Kerajaan secara konsisten mendukung upaya diplomatik yang bertujuan mencapai kesepakatan yang kredibel dengan Teheran.

“Kerajaan Arab Saudi konsisten dalam mendukung upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang kredibel dengan Iran. Tidak pernah dalam seluruh komunikasi kami dengan Pemerintahan Trump kami melobi Presiden untuk mengadopsi kebijakan yang berbeda,” kata Nazer dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial, dilansir di Saudi Gazette, Senin (2/3/2026).

Pernyataan tersebut menanggapi laporan oleh The Washington Post, yang mengutip empat orang yang mengetahui masalah tersebut dan menyatakan Presiden Trump melancarkan serangan terhadap Iran setelah upaya lobi selama berminggu-minggu oleh Israel dan Arab Saudi.

Laporan tersebut juga menyebutkan penilaian intelijen AS tidak melihat ancaman yang akan segera terjadi, tetapi sekutu regional berpendapat mendukung tindakan militer.

Pernyataan Arab Saudi menggarisbawahi posisinya yang telah lama mengadvokasi dialog dan solusi diplomatik atas ketegangan regional, sekaligus menolak anggapan bahwa mereka mendorong pergeseran ke arah konfrontasi militer langsung.

Kerajaan tersebut telah berulang kali menyerukan de-eskalasi dan resolusi politik atas perselisihan yang melibatkan Iran, dengan menekankan stabilitas dan keamanan di seluruh kawasan.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research