Enam Tentara AS Tewas Kena Serangan Balasan Iran

2 hours ago 1

Kepulan asap terlihat setelah rudal Iran menghantam pangkalan AS di ibu kota Bahrain, Manama, Sabtu (28/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Enam anggota militer AS tewas dalam operasi militer AS melawan Iran, kata Komando Pusat AS pada Senin sore. Pengumuman tersebut muncul satu hari setelah pihak militer mengkonfirmasi kematian tiga anggota militer AS pada Ahad, yang merupakan kematian pertama yang diketahui sejak serangan terhadap Iran dimulai pada hari Sabtu.

Laporan terbaru ini hanya beberapa jam setelah Komando Pusat melaporkan bahwa anggota militer AS yang keempat telah terbunuh. 

Komando Pusat AS melansir bahwa pada pukul 16.00 waktu AS pada hari Senin, enam anggota militer AS “tewas dalam aksi”. Mereka menambahkan bahwa pasukan AS “baru-baru ini menemukan sisa-sisa dua anggota militer yang sebelumnya belum ditemukan dari sebuah fasilitas yang diserang selama serangan awal Iran di wilayah tersebut”.

“Operasi tempur besar terus berlanjut,” kata komando tersebut dikutip the Guardian. “Identitas korban yang jatuh dirahasiakan hingga 24 jam setelah pemberitahuan kepada keluarga terdekat.” 

Sebelumnya pada Senin, Komando Pusat mengatakan bahwa anggota militer keempat, yang tidak disebutkan namanya, “terluka parah selama serangan awal Iran, dan akhirnya meninggal karena luka-luka mereka”.

Dan pada Ahad, militer AS mengatakan bahwa tiga anggota militer AS “tewas dalam aksi” dan lima lainnya “terluka parah sebagai bagian dari Operasi Epic Fury”, operasi militer gabungan AS-Israel melawan Iran. 

Dua pejabat AS, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan kepada Reuters pada hari Minggu bahwa pasukan AS telah terbunuh di sebuah pangkalan di Kuwait. Militer AS juga mengatakan pada Ahad bahwa beberapa personel tambahan “mengalami luka ringan akibat pecahan peluru dan gegar otak – dan sedang dalam proses untuk kembali bertugas”. 

Ketika mengumumkan dimulainya “Operasi Epic Fury” pada hari Sabtu, Donald Trump mengatakan bahwa pemerintahannya “mengambil setiap langkah yang mungkin untuk meminimalkan risiko terhadap personel AS di wilayah tersebut”. 

Namun, katanya, “nyawa para pahlawan Amerika yang pemberani mungkin akan hilang, dan kita mungkin akan jatuh korban” seraya menambahkan bahwa “hal ini sering terjadi dalam perang”. “Tetapi kami tidak melakukan hal ini untuk saat ini,” kata Trump. “Kami melakukan ini untuk masa depan”.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research