Tentara Israel Siksa Bayi Usia 18 Bulan di Gaza

10 hours ago 1

Karim Abu Nassar (18 bulan) ditenangkan oleh ibunya. Karim dilaporkan mengalami penyiksaan oleh tentara Israel pada 20 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Tentara penjajahan Israel (IDF) dilaporkan menyiksa seorang anak Palestina berusia 18 bulan di Gaza tengah. Penyiksaan itu disebut untuk memaksa ayahnya membuat pengakuan.

Jurnalis Palestina Usamah Al-Kahlout mulanya melansir kisah itu di media sosial, kemudian diverifikasi oleh media. Aljazirah melaporkan pada Senin, anak tersebut, yang diidentifikasi sebagai Karim Abu Nassar, ditahan di dekat kamp pengungsi Al-Maghazi.. 

Dua hari yang lalu, Abu Nassar keluar bersama anaknya untuk membeli beberapa barang kebutuhan sehari-hari. Tiba-tiba, ia mendapati dirinya berada di tengah tembakan pasukan pendudukan, karena rumahnya dekat dengan perbatasan timur wilayah Maghazi di Jalur Gaza tengah.

Menurut laporan serupa dari warga yang menyaksikan kejadian tersebut, IDF melalui sebuah quadcopter memaksanya untuk menaruh anaknya yang berusia 18 bulan di tanah dan bergerak menuju pos pemeriksaan militer, di mana pakaiannya dilucuti.

Berdasarkan kesaksian-kesaksian ini, pasukan pendudukan kemudian menahan anak tersebut, sekaligus menginterogasi ayahnya di pos pemeriksaan. Mereka juga mulai menyiksa Karim di untuk menekan ayahnya agar membuat pengakuan.

Dokumentasi medis kemudian memastikan bahwa Karim menderita bekas luka bakar dan tusukan. Aljazirah melaporkan bahwa pasukan pendudukan Israel “menyundut rokok di tubuhnya dan menusukkan paku ke kakinya” di depan ayahnya.

Anak tersebut ditahan selama kurang lebih 10 jam sebelum dibebaskan dan diserahkan kepada keluarganya melalui Komite Palang Merah Internasional di Al-Maghazi.

Ayahnya, masih ditahan di Israel. Keluarga mereka meminta organisasi internasional untuk campur tangan dan menjamin pembebasannya sehingga dia dapat menerima perawatan medis.

Insiden itu terjadi di tengah berlanjutnya serangan Israel di Gaza meskipun perjanjian gencatan senjata telah dilaksanakan pada Oktober 2025. 

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, ratusan warga Palestina telah terbunuh dan ribuan lainnya terluka sejak gencatan senjata dimulai, sementara jumlah korban jiwa secara keseluruhan sejak Oktober 2023 telah melampaui 72.000 orang, dan lebih dari 171.000 orang terluka.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research