Juru Bicara DPP PKS M Kholid.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid membuka diskusi Indonesia Muda Bicara edisi menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia "... Adalah Hak Segala Bangsa" dengan mengajak generasi muda menggali kembali keteladanan dari para pendiri bangsa.
“Memang penting anak-anak muda mendapat cerita para pendiri bangsa. Memang para pendiri bangsa tidak sempurna, tetapi keteladanan yang mereka berikan kepada kita itu yang harus kita contoh, keteladanan pemikiran dan sikap-sikap itu seperti oase di tengah politik yang transaksional saat ini,” kata Kholid lewat keterangan tertulis pada Sabtu(15/8/2026).
Kholid kemudian menceritakan pengalamannya mendampingi Presiden PKS Almuzzammil Yusuf (AMY) berziarah ke makam Mohammad Hatta pada Kamis lalu (13/08/2026). Dalam kunjungan tersebut, mereka disambut oleh dua putri Bung Hatta, Halida Hatta dan Meutia Hatta, serta diajak melihat buku karya-karya pemikiran Bung Hatta.
Menurut Kholid, Bung Hatta bukan hanya dikenal sebagai tokoh yang memiliki pemikiran kuat di bidang ekonomi dan koperasi. Bung Hatta juga meletakkan dasar-dasar kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
“Saya sampaikan ke presiden partai, warisan intelektual Bung Hatta ini harus diteruskan ke generasi anak muda Indonesia. Beliau tidak hanya menuliskan pemikiran, tetapi juga mewariskan keteladanan,”kata dia.
Kholid mengungkapkan, dalam pertemuan dengan putri-putri Bung Hatta, ia sempat menanyakan rahasia Bung Hatta dalam menjaga integritas, moralitas, dan keteladanan. Jawaban yang disampaikan Halida Hatta, menurutnya, sangat menyentuh, yakni “qanaah” atau merasa cukup.
“Kami tersentuh sekali dengan jawaban itu. Selama kita menerima, tidak rakus, tidak berlebihan dalam hidup, kita tahu batas kewajaran, maka insya Allah kita bisa menjaga moralitas dalam segala kebijakan kita. Dan itu tidak mudah, konsistensi itu tidak mudah,”kata dia.

1 hour ago
2

















































