Ibu menyusui (ilustrasi). Anak-anak yang mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan disebut memiliki risiko lebih rendah mengalami ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anak-anak yang mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan disebut memiliki risiko lebih rendah mengalami ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Hal ini Merujuk pada studi terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Bergen, Norwegia.
Peneliti sekaligus psikiater di Rumah Sakit Betanien, Berit Skretting Solberg, mengatakan penelitian ini menemukan adanya hubungan antara lamanya pemberian ASI oleh ibu dengan kemungkinan munculnya gejala ADHD pada anak. “Sudah diketahui bersama bahwa gejala dan gangguan kejiwaan dapat dipengaruhi oleh faktor genetik maupun lingkungan. Kami menemukan bahwa semakin lama seorang anak diberi ASI eksklusif, semakin rendah tingkat gejala ADHD pada usia tiga, lima, dan delapan tahun,” kata Solberg dilansir laman Euro News, Rabu (1/7/2026).
Dalam penelitian ini, para peneliti menganalisis data lebih dari 37 ribu anak yang lahir di Norwegia pada periode 1999 hingga 2009. Mereka menelusuri pola pemberian ASI sejak bayi dan melakukan evaluasi terhadap anak saat berusia tiga, lima, dan delapan tahun.
Hasil analisis menunjukkan pemberian ASI, dalam bentuk apa pun, berkaitan dengan penurunan gejala ADHD. Namun, manfaat tersebut meningkat seiring bertambahnya durasi dan intensitas pemberian ASI, dengan efek paling kuat ditemukan pada anak yang mendapatkan ASI eksklusif hingga usia enam bulan.
Penelitian juga menemukan adanya perbedaan berdasarkan jenis kelamin. Anak perempuan menunjukkan hubungan paling kuat antara pemberian ASI dan rendahnya gejala ADHD pada seluruh kelompok usia yang diteliti.
“Meskipun faktor keturunan mungkin merupakan faktor risiko terkuat untuk ADHD, gangguan perkembangan saraf dibentuk oleh banyak faktor bukan satu penyebab,” kata Solberg.
ADHD merupakan gangguan perilaku dan perkembangan saraf yang ditandai dengan kesulitan memusatkan perhatian, hiperaktivitas, dan impulsif. Kondisi ini umumnya digambarkan pada masa kanak-kanak.

2 hours ago
1














































