Strategi Sederhana Pedagang untuk Kembangkan Usaha dan Pendapatan

6 days ago 20

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meningkatkan keuntungan usaha tidak selalu harus dimulai dengan perubahan besar. Peluang justru sering datang dari persoalan sehari-hari, seperti pelanggan mencari layanan yang belum tersedia, catatan utang hilang, uang kembalian habis, atau modal yang belum digunakan dengan tepat.

Berdasarkan Loan Impact Report BukuWarung terhadap 1.839 pemilik usaha di 33 provinsi, sebanyak 72 persen responden mengalami pertumbuhan usaha dengan kenaikan pendapatan sebesar 58 persen. Selain itu, 43 persen di antaranya berhasil memperbesar skala usahanya.

Dari pengalaman mereka, berikut lima langkah sederhana yang bisa dicoba pemilik toko untuk mengelola usaha dan meningkatkan pendapatan.

1. Tambahkan layanan yang dibutuhkan warga

Riko Febriansyah, pemilik Virza Ponsel di Simalungun, awalnya hanya berjualan pulsa dan voucher. “Setelah sejumlah pabrik baru berdiri di wilayah saya, banyak pekerja dari luar Sumatra membutuhkan layanan untuk mengambil gaji dan mengirim uang kepada keluarga,” ceritanya.

Riko kemudian menyediakan tarik tunai dan transfer melalui BukuAgen. “Konter saya kini menjadi tempat warga memenuhi kebutuhan transaksi keuangan,” ujar Riko. Penghasilannya pun meningkat. Virza Ponsel bahkan dua kali tercatat sebagai BukuAgen dengan transaksi terbanyak di kabupatennya.

2. Catatan utang jangan hilang

Buku catatan mudah rusak atau hilang. Jika itu terjadi, pemilik toko bisa kehilangan informasi tentang penjualan dan utang pelanggan. Indah Setiawati, pemilik Indah Ponsel di Simalungun, pernah kehilangan seluruh catatan utang pelanggannya karena buku yang digunakannya tersiram teh. “Saya sampai menangis karena datanya hilang semua,” tuturnya.

Setelah beralih ke pencatatan digital melalui ponsel, catatan Indah menjadi lebih rapi. “Saya jadi bisa mengetahui berapa uang yang masuk dan keluar, serta utang pelanggan yang belum dibayar,” ujar Indah.

3. Sediakan pembayaran digital

Uang pecahan kecil sering habis saat dibutuhkan. Tua Pangoluan Sitorus, pemilik toko THS Siantar di Pematang Siantar, dulu mengganti uang kembalian dengan permen, meskipun tidak semua pelanggan bersedia menerimanya.

Ketika toko ramai, ia juga pernah terlewat dalam meminta pembayaran kepada pelanggan. Untuk mengatasinya, “Saya menyediakan pembayaran digital melalui QRIS BukuPay. Pelanggan sekarang bisa membayar dengan jumlah yang tepat tanpa menunggu kembalian. Tidak ada lagi yang komplain diberi kembalian permen,” cerita Tua.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research