REPUBLIKA.CO.ID, POPOYAN -- UI GreenMetric World University Rankings bersama jejaring UI GreenMetric Colombia menyelenggarakan 9th Workshop UI GreenMetric Colombia di Universidad del Cauca, Kolombia, pada 3–5 September 2026. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam memperkuat keberlanjutan di lingkungan perguruan tinggi sekaligus memperluas kolaborasi dalam jejaring universitas hijau.
Workshop yang berlangsung selama tiga hari tersebut dibuka pada Kamis, 3 September 2026, dengan sambutan dari Dr. Deibar René Hurtado, Rektor Universidad del Cauca, serta perwakilan UI GreenMetric. Dalam sesi tersebut, Dr. Vishnu Juwono, Presiden UI GreenMetric World University Rankings, menyampaikan paparan mengenai konteks internasional jejaring universitas hijau. Sementara itu, Dott Ing Jaime Alberto Romero Infante, Koordinator Nasional UI GreenMetric Colombia, memaparkan sejarah, tujuan, dan proyeksi masa depan pertemuan UI GreenMetric di Colombia.
Dalam kesempatan tersebut, Dr Vishnu Juwono menyampaikan pentingnya memperkuat jejaring internasional perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya bersama menghadapi tantangan keberlanjutan. “Keberlanjutan tidak dapat dibangun oleh satu universitas atau satu negara saja. Melalui UI GreenMetric, kita ingin memperkuat jejaring universitas hijau yang saling belajar, berbagi praktik baik, dan menerjemahkan komitmen keberlanjutan menjadi aksi nyata. Pertemuan di Colombia menunjukkan bahwa konteks lokal dapat menjadi sumber inovasi yang berharga bagi agenda keberlanjutan global,” ujar Dr Vishnu Juwono, Kepala UI GreenMetric.
Agenda workshop selanjutnya dibagi ke dalam sejumlah tema yang mencerminkan berbagai dimensi keberlanjutan perguruan tinggi. Pada hari pertama, diskusi mencakup Governance and Digitalization, Education and Research, serta Water and Waste. Berbagai universitas di Colombia berbagi pengalaman mengenai kebijakan lingkungan, tata kelola berkelanjutan, transparansi, digitalisasi pelaporan keberlanjutan, pendidikan lingkungan, penelitian, pengelolaan air, hingga pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular.
Salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan pendekatan ekonomi sirkular dan pengelolaan sumber daya di lingkungan kampus. Universitas La Salle, misalnya, mempresentasikan perjalanan menuju keunggulan dalam ekonomi sirkular, sementara Universidad del Tolima berbagi mengenai pengelolaan terpadu sampah padat di lingkungan universitas. Sesi mengenai air juga menyoroti pentingnya pengelolaan air berbasis komunitas sebagai strategi edukasi dan penguatan hubungan perguruan tinggi dengan lingkungan.
Pada hari kedua, Jumat, 4 September 2026, pembahasan dilanjutkan dengan tema Environment and Infrastructure + Transportation, Energy and Climate Change, serta Education and Research. Berbagai praktik yang dipresentasikan meliputi pengembangan kampus sebagai living lab untuk inovasi lingkungan, perencanaan tata ruang universitas, dekarbonisasi perjalanan sivitas akademika, pengembangan carbon neutral certification, pengelolaan energi, serta pengukuran cadangan karbon di lingkungan kampus.

2 hours ago
1
















































