REPUBLIKA.CO.ID, Setiap bulan dalam kalender Hijriyah memiliki catatan sejarah yang mewarnai perjalanan umat Islam. Salah satunya Rabiul Akhir, bulan keempat dalam kalender Hijriyah, yang tidak hanya menjadi penanda waktu, tetapi juga mencatat sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam.
Rabiul Akhir merupakan bulan keempat dalam kalender Hijriyah, setelah Rabiul Awal. Nama Rabiul Akhir berasal dari bahasa Arab yang secara harfiah merujuk pada akhir musim semi. Kata "rabi" berarti musim semi, sedangkan "akhir" berarti bagian akhir atau penghujung. Bulan ini juga dikenal dengan sebutan Rabiul Tsani, yang secara harfiah berarti musim semi kedua. Secara historis, penamaan bulan-bulan dalam kalender Hijriyah berkaitan dengan kondisi musim dan iklim di kawasan Arab pada masa lalu.
Bulan Rabiul Akhir tetap memiliki makna spiritual bagi umat Islam. Meskipun tidak memiliki kekhususan ibadah tertentu seperti Ramadhan, bulan ini dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk terus meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berbagai ibadah, seperti dzikir, membaca Alquran, memperbanyak doa, serta mengerjakan amalan-amalan sunnah, dapat dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan kualitas keimanan.
Rabiul Akhir juga dapat menjadi momentum untuk melanjutkan semangat spiritual dari bulan sebelumnya, Rabiul Awal, yang dalam tradisi umat Islam dikenal berkaitan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, pergantian bulan dalam kalender Hijriyah dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa melakukan introspeksi dan meningkatkan amal kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
Peristiwa bersejarah
Beberapa peristiwa besar yang terjadi pada bulan Rabiul Akhir di antaranya adalah turunnya Surat al-Hasyr. Turunnya surat tersebut dilatarbelakangi oleh upaya pembunuhan Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh kaum Yahudi bani Nadhir. Merekalah kaum yang pertama dikumpulkan dan diusir dari Madinah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
Dialah yang mengeluarkan orang-orang yang kufur di antara Ahlulkitab (Yahudi Bani Nadir) dari kampung halaman mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka bahwa mereka akan keluar. Mereka pun yakin bahwa benteng-benteng mereka akan dapat menjaganya dari (azab) Allah. Maka, (azab) Allah datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sangka. Dia menanamkan rasa takut di dalam hati mereka sehingga mereka menghancurkan rumah-rumahnya dengan tangannya sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka, ambillah pelajaran (dari kejadian itu), wahai orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati). Sekiranya tidak karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, Dia pasti mengazab mereka di dunia. Di akhirat mereka akan mendapat azab neraka. (QS Al-Ḥasyr Ayat 3)

2 hours ago
2

















































