Berada di Luar Radius Bahaya, Pengelola Sebut Tanjung Lesung Aman Dikunjungi

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG -- Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda masih menjadi perhatian pihak berwenang. Meseki begitu, kawasan wisata Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang, Banten, disebut masih aman dikunjungi wisatawan. 

Berbagai fasilitas pendukung pariwisata, mulai dari akomodasi, area kuliner, hingga ruang-ruang rekreasi terbuka di sepanjang pesisir berjalan seperti biasa. Penyelidik Bumi Madya dari Badan Geologi, Kementerian ESDM RI, Dr Ir Mochamad Nugraha Kartadinata saat melakukan peninjauan di lapangan, mengatakan rentang jarak geografis antara Tanjung Lesung dengan titik fokus erupsi mencapai 50 kilometer. Angka ini dinilainya jauh melampaui zona steril 3 kilometer yang ditetapkan pemerintah.

“Krakatau bukan hanya memiliki sejarah geologi yang luar biasa, tetapi juga menjadi bagian penting dari kekayaan alam dan potensi pariwisata Banten. Dengan mengikuti ketentuan serta pemantauan resmi pemerintah, Tanjung Lesung bisa menjadi destinasi wisata yang nyaman dan aman untuk dikunjungi,” ujarnya yang hadir bersama pakar gunung api dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr Eng Ir Mirzam Abdurrachman, ST, MT, dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan, selama aktivitas pariwisata dilakukan di luar lingkar batas steril yang direkomendasikan, masyarakat tidak perlu merasa cemas secara berlebihan. “Karena radius yang tidak boleh dimasuki untuk beraktivitas hanya 3 kilometer dari pusat erupsi. Jadi, kalau mau datang untuk berwisata, saya kira tidak masalah,” ujarnya.

Di sisi operasional kawasan, koordinasi lintas lembaga menjadi pijakan utama untuk menjaga keterbukaan informasi. Pengelola kawasan terus memantau pembaruan data yang diterbitkan secara berkala oleh BMKG, PVMBG, dan pemerintah daerah agar seluruh tindakan pencegahan didasarkan pada parameter ilmiah yang terukur.

Meski demikian, aktivitas alam tersebut tidak membawa pengaruh langsung terhadap kondisi di daratan Tanjung Lesung. Pembagian zona geografis serta jarak yang cukup jauh membuat kehidupan masyarakat lokal maupun ritme para pelancong yang berlibur di kawasan pesisir ini berlangsung tanpa hambatan.

Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM per 11 September 2026 (periode pemantauan 06.00–12.00 WIB) mencatat status Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga). Dalam laporan periodik tersebut, kondisi cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau teramati cerah hingga berawan dengan laju angin lemah hingga sedang menuju arah barat laut.

Suhu udara berada di rentang 26,5 hingga 29,5 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan berkisar 67–83 persen. Secara visual, tubuh gunung tertutup kabut tipis hingga sedang, sementara dari kawah utama terlihat asap putih tipis bertekanan sedang melambung setinggi 10 hingga 50 meter dari puncak.

Penyusun laporan resmi dari PVMBG, Fahrul Roji, A.Md., mengimbau masyarakat maupun pelancong untuk mematuhi pembatasan aktivitas fisik dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah aktif. Ia juga mengingatkan pentingnya menyaring informasi dan hanya mengacu pada arahan resmi yang dikeluarkan oleh PVMBG serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research