REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengidentifikasi satu warga meninggal dunia dan 13 lainnya mengalami luka-luka akibat tanah longsor yang dipicu hujan deras di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Senin, menyampaikan bencana tersebut terjadi pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 18.15 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah itu.
"Hujan deras memicu tanah longsor di sejumlah wilayah hingga material longsor dan lumpur menutup ruas jalan nasional, provinsi, serta kabupaten, dan merusak rumah warga," kata Berton.
Berton memaparkan dampak longsor tersebar di tujuh kampung yang berada di empat kecamatan, yakni Kebayakan, Lut Tawar, Celala, dan Silih Nara. Luasnya sebaran titik terdampak membuat penanganan tidak hanya berfokus pada korban, tetapi juga pemulihan akses transportasi.
Berdasarkan pendataan sementara, bencana tersebut mengakibatkan dua rumah warga rusak berat dan dua rumah lainnya rusak sedang. BNPB masih menggunakan data sementara sehingga perkembangan jumlah kerusakan maupun dampak lain masih mungkin diperbarui seiring asesmen di lapangan.
Material tanah dan lumpur yang menutup jalan menjadi salah satu persoalan mendesak. Tertutupnya ruas jalan nasional, provinsi, dan kabupaten berpotensi menghambat mobilitas warga sekaligus memperlambat penanganan apabila akses menuju lokasi terdampak tidak segera dipulihkan.
Guna menanggulangi dampak bencana, BPBD Kabupaten Aceh Tengah telah berkoordinasi dengan unsur terkait serta melakukan asesmen cepat di seluruh titik lokasi terdampak. Tim juga memastikan kebutuhan penanganan di setiap wilayah dapat dipetakan berdasarkan kondisi di lapangan.
"BPBD Aceh Tengah turut mengerahkan dua unit alat berat, yakni satu wheel loader dan satu ekskavator untuk pembersihan material lumpur dan tanah yang menyumbat badan jalan," ucap Berton.
Menurut dia, pembersihan material terus dilakukan secara maraton agar akses transportasi masyarakat yang terputus dapat segera dibuka kembali secara normal. Prioritas penanganan diarahkan pada titik-titik yang menghambat pergerakan warga dan kendaraan.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah kondisi cuaca yang memang perlu mendapat perhatian di Aceh Tengah. BMKG dalam prediksi sifat hujan September 2026 menempatkan Aceh Tengah sebagai salah satu wilayah yang diperkirakan mengalami hujan di atas normal, yakni berkisar 115 hingga 150 persen dibandingkan rata-rata klimatologisnya.
Potensi itu juga terlihat dalam prakiraan untuk dasarian II September 2026 atau periode 11–20 September. BMKG kembali memasukkan Aceh Tengah bersama sejumlah daerah lain di Aceh ke dalam kategori wilayah yang diprediksi mengalami sifat hujan di atas normal.
Dengan kondisi tersebut, hujan yang berlangsung lama perlu diwaspadai terutama di daerah dengan lereng, tebing, dan struktur tanah yang mudah bergerak. Tanah yang terus menerima air dapat mengalami peningkatan kejenuhan sehingga kestabilan lereng berkurang dan risiko longsor meningkat.
Kerawanan bencana di Aceh Tengah bukan persoalan baru. Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Aceh Tengah 2025–2029 menyebut kecenderungan kejadian bencana di kabupaten tersebut antara lain didominasi tanah longsor, selain angin puting beliung, banjir, kebakaran rumah, serta kebakaran hutan dan lahan.
Pemerintah daerah sebelumnya juga menghadapi persoalan longsor di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol. Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah pada 13 Januari 2026 melaporkan longsoran yang telah berlangsung selama beberapa tahun terus melebar dan mendekati badan jalan, sehingga pemerintah membuka akses alternatif untuk mengantisipasi putusnya jalur utama.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa penanganan longsor tidak cukup hanya dilakukan setelah material tanah menutup jalan. Pemantauan lereng, drainase, penguatan titik rawan, pengendalian pembangunan di kawasan berisiko, serta penyediaan jalur evakuasi menjadi bagian penting dalam mengurangi dampak ketika hujan ekstrem kembali terjadi.
sumber : Antara

2 hours ago
2

















































