Posisi tidur T-rex (ilustrasi). Kebiasaan tidur dalam posisi ini disebut bisa mengubah sensasi kesemutan sementara menjadi kerusakan saraf yang permanen.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernah nggak kamu terbangun pada pagi hari dan merasakan sensasi kesemutan yang menjalar di ujung jari? Atau mungkin bahu terasa kaku seperti papan?
Biasanya, reaksi spontan kita adalah meregangkan lengan, memutar bahu beberapa kali sampai aliran darah terasa kembali normal, lalu beranjak dari tempat tidur sambil meyakinkan diri sendiri bahwa itu hanya efek salah tidur biasa. Namun, jika kondisi ini terjadi hampir setiap pagi, kamu mungkin harus mulai waspada. Cara memosisikan tubuh saat mendengkur pada malam hari bisa jadi adalah biang keladi utamanya, dan dampaknya bisa jauh lebih serius daripada sekadar salah tidur.
Banyak orang tidak menyadari apa yang dilakukan tubuh mereka saat terlelap. Kamu mungkin merasa naik ke kasur dengan posisi lengan yang rileks, tetapi tanpa sadar saat jam menunjukkan pukul tiga pagi, tubuh sudah meringkuk erat.
Kebiasaan tidur dengan lengan tertekuk dan menempel dekat ke dada ini belakangan ramai disebut sebagai posisi T-rex di media sosial. Meski para dokter tidak menggunakan istilah tersebut, mereka memberikan peringatan keras bahwa melakukan kebiasaan ini malam demi malam bisa mengubah sensasi kesemutan sementara menjadi kerusakan saraf yang permanen.
"Ketika tidur dengan lengan tertekuk dan terlipat ke dalam, Anda bisa menekan saraf-saraf yang ada di siku atau pergelangan tangan," kata spesialis kedokteran tidur dan kepala penasihat medis untuk Sleepopolis dr Raj Dasgupta dikutip dari Huffpost pada akhir Mei 2026.
Menurut dia, posisi tersebut dapat memperlambat aliran darah dan membuat lengan terasa mati rasa atau kesemutan. Jika sering melakukannya, posisi ini juga bisa meregangkan bahu dan membuatnya kaku atau sakit.
Fakta bahwa tekanan konstan pada area sempit tempat saraf melintas dapat memicu iritasi serius juga ditegaskan ahli bedah ortopedi bersertifikat dr Matthew Bennett. Menurutnya, beberapa orang juga mengembangkan iritasi saraf yang serupa pada pergelangan tangan, yang sangat mirip dengan apa yang terjadi pada sindrom terowongan karpal. Menjaga siku tetap tertekuk sepanjang malam akan menumpuk tekanan di tempat saraf melewati ruang-ruang sempit.
Keluhan semacam ini ternyata sangat sering dijumpai dalam praktik klinis sehari-hari. Fisioterapi dan pendiri GulfPhysio Kieran Sheridan mengatakan pasien-pasiennya sering datang dengan keluhan lengan yang terasa mati atau mati rasa, sehingga mereka harus menggoyang-goyangkan tangan di pagi hari agar rasanya pulih.
"Ini adalah cara tubuh memberi tahu bahwa sistem saraf sedang tidak bahagia," kata Sheridan.

1 week ago
13













































