Serangan Siber Kian Masif, Kapasitas Proteksi DDoS di Indonesia Ditingkatkan

11 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kebutuhan perlindungan terhadap serangan siber berbasis distributed denial of service (DDoS) meningkat seiring tingginya aktivitas digital di berbagai sektor industri. Penyedia layanan infrastruktur digital mulai memperbesar kapasitas mitigasi serangan untuk menjaga stabilitas layanan bisnis dan mencegah gangguan operasional.

Penyedia layanan cloud dan hosting, IDCloudHost, meningkatkan kapasitas layanan Anti-DDoS melalui kerja sama internasional dengan perusahaan keamanan siber global StormWall. Kolaborasi tersebut dilakukan melalui entitas bisnis internasional Cloud Host Pte Ltd.

Kerja sama itu menghadirkan integrasi dengan jaringan scrubbing center milik StormWall yang tersebar di sejumlah wilayah global. Sistem tersebut memungkinkan proses mitigasi dilakukan sebelum trafik berbahaya masuk ke server pelanggan.

IDCloudHost juga meningkatkan kapasitas proteksi regional hingga 1 Tbps yang didistribusikan melalui node scrubber di Singapura, Hong Kong, dan Jakarta. Langkah itu dilakukan untuk mempercepat filtering trafik dan menjaga stabilitas layanan saat terjadi lonjakan trafik akibat serangan siber.

Chief Technology Officer IDCloudHost Faisal Reza mengatakan, serangan DDoS saat ini semakin kompleks dan masif sehingga membutuhkan sistem proteksi dengan kapasitas besar dan respons real-time.

“Serangan DDoS semakin kompleks dan masif. Oleh karena itu, kolaborasi antara IDCloudHost dengan StormWall fokus menghadirkan proteksi dengan kapasitas besar dan respons real-time,” kata Faisal dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

Menurut dia, layanan Anti-DDoS tersebut dikembangkan melalui tiga lapisan perlindungan, yakni website protection, server protection, dan network protection.

Pada level website, sistem melakukan filtering trafik untuk mengurangi beban server dan menjaga performa akses tetap stabil. Sementara pada level server, perlindungan dilakukan terhadap trafik TCP dan UDP tanpa pembatasan port maupun volume trafik serangan.

Selain itu, sistem juga melakukan analisa trafik secara real-time untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan di jaringan. Proteksi DNS, notifikasi otomatis, hingga dukungan API disebut disiapkan untuk membantu pelanggan memantau kondisi jaringan secara menyeluruh.

IDCloudHost menyebut seluruh pelanggan dapat mengakses fasilitas DDoS Protection Network tanpa pembatasan jumlah trafik serangan maupun port. Sistem proteksi juga berjalan otomatis sejak aktivasi layanan tanpa memerlukan konfigurasi tambahan dari pengguna.

Perusahaan juga mulai memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi anomali trafik dan memprediksi potensi serangan sebelum terjadi.

“Dengan kapasitas hingga 1 Tbps di regional dan dukungan teknologi global lebih dari 5 Tbps, pelanggan tidak perlu lagi khawatir terhadap gangguan akibat serangan DDoS,” ujar Faisal.

Layanan tersebut menyasar sektor dengan trafik tinggi seperti perbankan, penyedia layanan internet, pendidikan, hingga instansi pemerintah.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research