REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta (SPs UMJ) menjalani Evaluasi Lapangan Usul Pembukaan Program Studi Doktor Teknologi Pendidikan di Ruang Sidang SPs UMJ, Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penilaian yang dilakukan sebelum penerbitan izin penyelenggaraan program studi baru.
Evaluasi lapangan tersebut menghadirkan evaluator dari Universitas Terbuka, Paulina Pannen yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom, serta evaluator dari Universitas Negeri Jakarta, Ika Lestari. Turut hadir juga Tim Direktorat Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, jajaran pimpinan UMJ, dan jajaran Guru Besar Sekolah Pascasarjana UMJ.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMJ sekaligus Menteri Pendidikan Dasar Dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti menegaskan pembukaan Program Studi Doktor Teknologi Pendidikan merupakan bagian dari upaya UMJ untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan kontribusi pendidikan bagi bangsa.
“Program ini dipersiapkan secara serius dan bukan sekadar memenuhi kebutuhan administratif. Masukan dari para evaluator akan menjadi bahan penyempurnaan agar program ini dapat diselenggarakan dengan kualitas terbaik,” ujarnya.
Rektor UMJ, Ma’mun Murod mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya asesmen lapangan yang telah lama dinantikan. Ia berharap proses evaluasi dapat berjalan lancar sehingga izin pembukaan Program Studi Doktor Teknologi Pendidikan segera diterbitkan.
Menurutnya pengembangan program doktor menjadi salah satu strategi utama UMJ dalam memperkuat kelembagaan dan meningkatkan daya saing perguruan tinggi. Saat ini UMJ telah memiliki empat program doktor dan menargetkan memiliki delapan program doktor dalam beberapa tahun mendatang.
“Kami terus berupaya melakukan percepatan pengembangan institusi, salah satunya melalui penguatan program magister dan doktor. Kehadiran Program Studi Doktor Teknologi Pendidikan akan menjadi langkah strategis bagi pengembangan akademik UMJ,” ujarnya.
Tim Direktorat Kelembagaan Ditjen Dikti, Osvaldo Sativa Amastha, menjelaskan evaluasi lapangan dilakukan untuk menelaah kesiapan institusi dalam menyelenggarakan Program Studi Doktor Teknologi Pendidikan. Aspek yang dievaluasi meliputi kurikulum, kesesuaian jumlah mahasiswa dengan ketersediaan profesor, sarana dan prasarana pendukung, serta akses terhadap jurnal ilmiah.
Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan LLDIKTI Wilayah III, Deni Hidayat menyampaikan dukungan terhadap usulan pembukaan Program Studi Doktor Teknologi Pendidikan UMJ. Ia menjelaskan rekomendasi pendirian program studi tersebut telah diterbitkan sejak tahun lalu dan evaluasi lapangan menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaannya.
“Dari para evaluator diharapkan dapat menjadi penyempurnaan sehingga proses pendirian program doktor ini berjalan lancar dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan tinggi,” kata dia.

5 hours ago
5












































