Sutisna (kanan) memantau pekerja di pabrik tahu miliknya di kawasan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.
REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – Nilai tukar rupiah yang terus melemah merembet ke dapur industri pangan rakyat. Salah satu yang paling merasakan dampaknya adalah pelaku usaha tahu yang selama ini bergantung pada pasokan kedelai impor sebagai bahan baku utama produksi.
Kenaikan harga kedelai dalam beberapa bulan terakhir membuat margin keuntungan produsen tahu semakin tergerus. Di saat yang sama, pelaku usaha menghadapi dilema karena tidak mudah menaikkan harga jual di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Kondisi itu dirasakan Sutisna, pemilik Pabrik Tahu NN Bandung di kawasan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat. Menurut dia, tekanan biaya produksi tidak hanya berasal dari kenaikan harga kedelai, tetapi juga berbagai bahan pendukung lainnya seperti plastik kemasan, garam, hingga bumbu-bumbu.
“Dengan kenaikan harga kacang kedelai dan beberapa bahan baku hampir semuanya naik, dari plastik, terus garam, kemudian kunyit, ya otomatis berdampak terhadap keuntungan yang semakin menipis,” ujar Sutisna saat berbincang dengan Republika di Pabrik Tahu NN Bandung, Jalan Aridho, Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (4/6/2026).
Fenomena tersebut menggambarkan bagaimana pelemahan rupiah mulai dirasakan langsung sektor riil. Berbeda dengan komoditas lokal, industri tahu Indonesia masih sangat bergantung pada kedelai impor, sehingga setiap kenaikan kurs dolar AS hampir selalu berujung pada kenaikan biaya produksi.
Data Kementerian Pertanian menunjukkan kebutuhan kedelai nasional mencapai sekitar 3 juta ton per tahun. Namun produksi dalam negeri masih jauh dari mencukupi sehingga lebih dari 80 persen kebutuhan dipenuhi melalui impor. Dalam beberapa tahun terakhir, volume impor kedelai Indonesia berkisar 2,4 juta hingga 2,7 juta ton per tahun, dengan sebagian besar berasal dari Amerika Serikat dan Brasil.
Ketergantungan tinggi terhadap impor membuat industri tahu dan tempe menjadi salah satu sektor yang paling sensitif terhadap pergerakan nilai tukar rupiah. Ketika rupiah melemah, harga kedelai yang dibeli importir otomatis meningkat meski harga komoditas di pasar internasional relatif stabil.

3 hours ago
2












































