Program Makan Bergizi Gratis Tingkatkan Serapan Pertanian Nasional

3 hours ago 1

Wamentan: Program MBG tingkatkan serapan komoditas pertanian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berhasil meningkatkan serapan komoditas pertanian nasional serta mendorong investasi di sektor pangan. Pernyataan ini disampaikan dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Jakarta, Senin.

Sudaryono menekankan bahwa program MBG memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan hasil pertanian dari para petani. "Saya harus katakan atas nama petani bahwa MBG ini memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap serapan komoditas pertanian kita," ujarnya.

Sebelum MBG dijalankan, beberapa komoditas seperti wortel, tomat, dan susu sering mengalami kelebihan pasokan hingga terbuang. Dengan meningkatnya permintaan melalui program MBG, investasi di sektor peternakan, terutama sapi perah, turut terdorong.

"Saat ini mulai banyak yang berinvestasi. Sudah ada investasi di Brebes hingga 20.000 ekor, kemudian juga ada investasi di Kalimantan Tengah," tambah Sudaryono. Program MBG menciptakan pasar baru yang menyerap berbagai komoditas pangan secara luas.

Program ini tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di sektor pertanian dan perikanan, termasuk di sekitar dapur penyedia MBG. Meski begitu, Sudaryono mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan program di lapangan, sehingga pengawasan perlu diperkuat.

Ia menegaskan bahwa dapur MBG harus memprioritaskan penggunaan produk pertanian lokal untuk mendukung perekonomian daerah. Sudaryono juga meminta masyarakat melaporkan apabila menemukan dapur MBG yang belum memanfaatkan komoditas dalam negeri. "Kami berharap apabila ada dapur MBG yang tidak membeli produk pertanian setempat agar dilaporkan sehingga dapat diberikan teguran supaya menyerap hasil pertanian di sekitar wilayah tersebut," katanya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research