Pramono: Perbaikan Sekolah Jakarta Ngadat Karena Efisiensi Pusat

6 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan penyebab macetnya rencana perbaikan sejumlah sekolah rusak di wilayah pemerintahannya. Ia berdalih langkah-langkah efisiensi pemerintah pusat sempat menghambat rencana tersebut.

Hal ini ia sampaikan saat menjanjikan perbaikan di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang kerusakannya disoroti belakangan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, perbaikan sekolah itu sebenarnya telah direncanakan pada tahun ini, bersama dengan 21 sekolah lainnya. 

Namun, kebijakan efisiensi yang dijalankan pemerintah pusat menyebabkan sekolah itu urung dilakukan perbaikan. Alhasil, dari rencana perbaikan 22 sekolah pada 2026, Pemprov DKI Jakarta hanya bisa melakukan perbaikan di tujuh sekolah.

"Kenapa terjadi ini? Karena ada pemotongan DBH (Dana Bagi Hasil), efisiensi, dan sebagainya, sehingga dari 22 itu hanya tujuh yang kemudian sudah akan segera dilakukan pembangunan," kata dia usai meninjau kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jumat (24/7/2026).

Setelahnya, kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang rusak tersebar luas di media sosial. Dari video viral itu, Pramono mengaku baru tahu kondisi sekolah tersebut sangat memprihatinkan. 

Karenanya, ia langsung mengadakan rapat bersama jajarannya untuk melakukan tindak lanjut. Dalam rapat itu, diputuskan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan menambah anggaran untuk perbaikan sekolah rusak.

Kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang mengalami kerusakan berat, Jumat (24/7/2026). Diketahui, sekolah negeri itu telah mengalami kerusakan sejak dua tahun terakhir.

"Kemarin dalam rapat saya memutuskan ada empat yang saya minta untuk dibangun sekarang juga, di antaranya adalah tempat ini. Kenapa harus dibangun sekarang juga? Karena memang kondisinya sudah sangat memprihatinkan," kata dia.

Pramono menyebutkan, empat sekolah yang akan diperbaiki itu adalah SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dengan anggaran Rp 48,1 miliar. SMAN 102 Jakarta dengan anggaran Rp 67,5 miliar, SDN Cempaka Putih Barat 03 dengan anggaran Rp 48,4 miliar, dan SDN Papanggo 01 serta TKN Papanggo 01 dengan anggaran Rp 74,1 miliar. 

Total anggaran untuk perbaikan sekolah itu mencapai Rp 249 miliar. Anggaran perbaikan sekolah yang dibiarkan rusak sejak 2024 itu akan menggunakan APBD-P dan dana Koefisien Lantai Bangunan (KLD).

"Di empat ini yang kemudian kita akan memulai pembangunan pada saat ini. Besok akan dirapatkan kembali, akan ditunjuk tim teknisnya, siapa yang mengawasi, dan sebagainya. Karena saya tidak mau pembangunan yang diupayakan tidak gampang ini kemudian misalnya tidak dikerjakan secara sungguh-sungguh," kata dia.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research