REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan bahwa Program Magang Nasional kini menjadi mekanisme rekrutmen yang lebih efektif bagi dunia usaha untuk memperoleh talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri. Program ini dinilai memberikan keuntungan nyata bagi perusahaan dalam proses akuisisi sumber daya manusia.
“Berdasarkan masukan dari manajemen perusahaan, Program Magang Nasional memberikan manfaat nyata. Perusahaan memiliki kesempatan untuk membimbing, mengarahkan, dan menilai langsung kompetensi calon pekerja sebelum memutuskan untuk merekrut mereka,” ujar Yassierli dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa pembelajaran di tempat kerja (on-the-job learning) memberikan pemahaman yang lebih jelas dan komprehensif bagi perusahaan mengenai keterampilan serta kesiapan kerja peserta sebelum keputusan rekrutmen diambil. Hal ini membuat proses akuisisi talenta menjadi lebih efisien karena pembelajaran dan evaluasi berlangsung secara bersamaan.
Jembatan bagi Lulusan Baru
Selain menguntungkan pemberi kerja, Yassierli menekankan manfaat fundamental program ini bagi para pencari kerja. Program Magang Nasional memberikan kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi baru, terutama yang belum memiliki pengalaman kerja, untuk mendapatkan paparan praktis di sektor industri.
Melalui program ini, peserta dapat mengasah keterampilan, membangun etos kerja yang kuat, serta meningkatkan peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan penuh waktu. Program ini dirancang sebagai jembatan yang menghubungkan kebutuhan industri akan tenaga kerja kompeten dengan talenta muda Indonesia yang siap berkembang.
“Kami ingin Program Magang Nasional menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan industri akan tenaga kerja kompeten dengan talenta muda Indonesia yang siap berkembang,” kata Yassierli.
Dorong Sinergi dan Target 2026
Menaker juga menyerukan penguatan sinergi antara pemerintah, sektor usaha, dan institusi pendidikan dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Sinergi ini dianggap krusial untuk memastikan keberhasilan transisi alumni magang menjadi karyawan tetap.
Dengan ekosistem yang baik, perusahaan dapat mengharapkan peningkatan produktivitas, sementara lulusan baru memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Menyusul implementasinya pada tahun 2025, pemerintah telah membuka pendaftaran Program Magang Nasional tahun ini mulai 15 hingga 28 Juli 2026.
Pemerintah menyediakan kuota sebanyak 50.000 peserta pada periode pendaftaran ini, menuju target keseluruhan sebanyak 150.000 slot untuk tahun 2026. Para lulusan universitas yang mengikuti program magang selama enam bulan ini akan menerima tunjangan yang ditetapkan sesuai dengan upah minimum provinsi atau kabupaten/kota.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 hours ago
1













































