REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memperkenalkan model pembiayaan syariah ultra mikro Indonesia kepada delegasi sembilan negara anggota Developing Eight (D-8) dalam Halal Expo Indonesia (HEI) 2026. Model tersebut menonjolkan pendekatan pemberdayaan perempuan prasejahtera melalui skema tanggung renteng tanpa agunan fisik.
Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM Lalu Dodot Patria Ary mengatakan, pembiayaan syariah dapat menjadi instrumen efektif untuk mengurangi kemiskinan apabila dirancang sesuai kebutuhan masyarakat.
“Pembiayaan syariah dapat menjadi instrumen efektif untuk mengentaskan kemiskinan jika dirancang sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Dodot, dalam sesi HEI Talk bertajuk Social Collateral, Real Impact: Rethinking Poverty Alleviation through Islamic Finance, di Jakarta, Rabu (8/7/2026), berdasarkan siaran pers.
Forum tersebut dihadiri delegasi dari Bangladesh, Malaysia, Turki, Mesir, Nigeria, Pakistan, Iran, Azerbaijan, dan Indonesia.
Dodot menjelaskan, PNM saat ini melayani 16,1 juta nasabah program Mekaar melalui 58 kantor cabang yang tersebar di 36 provinsi dan lebih dari 6.600 kecamatan.
Berdasarkan data perusahaan, sebanyak 74 persen nasabah mengalami peningkatan pendapatan setelah bergabung dalam program tersebut. Selain itu, sekitar 72 persen nasabah memiliki peran lebih besar dalam pengambilan keputusan di rumah tangga, sedangkan 90 persen mengaku lebih mandiri secara finansial.
Sejak 2017, program Mekaar juga disebut berkontribusi terhadap peningkatan konsumsi rumah tangga nasional sebesar Rp55,81 triliun serta mendorong ekspor pelaku usaha binaan dengan nilai lebih dari 3 miliar dolar AS.
Dodot menjelaskan, salah satu keunggulan model pembiayaan PNM adalah penerapan social collateral atau sistem tanggung renteng antarkelompok perempuan yang saling menjamin tanpa agunan fisik. Menurut dia, pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip keuangan syariah.
“Enam belas juta perempuan tidak pernah meminta untuk diselamatkan. Mereka hanya ingin diberi ruang untuk bertumbuh dan tidak lagi dipandang sebelah mata.”
“Ketika kepercayaan diberikan, mereka mampu mengubah kehidupan keluarga bahkan komunitasnya. Itulah hakikat pembiayaan ultra mikro berbasis syariah,” kata Dodot.
Dodot mengatakan, kehadiran PNM di Halal Expo Indonesia 2026 bukan sekadar memaparkan capaian perusahaan, tetapi memperkenalkan model pemberdayaan yang menempatkan perempuan prasejahtera sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi.
PNM menyebut sekitar 73 persen portofolio pembiayaan program Mekaar kini telah menggunakan skema syariah. Perseroan juga mengembangkan pendekatan pemberdayaan berbasis tiga modal, yakni modal finansial, intelektual, dan sosial, untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha ultra mikro.
Melalui forum tersebut, PNM berharap model pembiayaan syariah ultra mikro Indonesia dapat menjadi salah satu referensi bagi negara-negara anggota D-8 dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi halal.

8 hours ago
6






































