Perajin menyelesaikan pesanan tas di bengkel kerja UMKM tas kulit Biyantie di kawasan Kalibata, Jakarta, Senin (29/6/2026). Kualitas kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menghadapi tekanan. Bank Indonesia (BI) mencatat, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) UMKM meningkat menjadi 4,68% pada Mei 2026, naik dari 4,62% pada April 2026. Di sisi lain, penyaluran kredit UMKM memang mulai menunjukkan perbaikan. Hingga Mei 2026, kredit UMKM tumbuh 0,6% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April yang sebesar 0,2% yoy.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 12 Juli 2026 mencapai Rp 159,8 triliun atau 54,2 persen dari target nasional sebesar Rp 295 triliun. Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting mengatakan pembiayaan tersebut telah disalurkan kepada sekitar 2,5 juta debitur UMKM.
"Dari jumlah tersebut, 1,1 juta merupakan debitur baru atau 83,5 persen dari target tahun ini. Sementara debitur graduasi mencapai 511.208 debitur atau 46,2 persen dari target," kata Loto dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Ia mengatakan, penyaluran KUR ke sektor produksi telah mencapai Rp 103,2 triliun atau 64,6 persen dari target.
"Adapun penyaluran KUR ke sektor produksi telah mencapai Rp 103,2 triliun atau 64,6 persen dari target. Kami harapkan bisa melewati angka target 65 persen," ujarnya.
Pemerintah menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp 295 triliun pada 2026, dengan alokasi 65 persen diarahkan ke sektor produksi.
Selain itu, pemerintah menargetkan penambahan 1,3 juta debitur baru serta 1,1 juta debitur graduasi atau UMKM yang naik kelas melalui program KUR tahun ini.
KUR merupakan program pembiayaan bersubsidi pemerintah yang bertujuan memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM dengan plafon pinjaman hingga Rp 500 juta.
sumber : ANTARA

2 days ago
8









































