Christopher Nolan Sebut Anggapan AI Gantikan Kreativitas Film Cuma Omong Kosong

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara peraih Oscar, Christopher Nolan, menilai anggapan bahwa kecerdasan buatan (Al) akan menggantikan manusia dan kreativitas di industri film adalah omong kosong. Meski Al akan menjadi alat yang berguna di masa depan, Nolan percaya teknologi itu tidak akan mampu menggantikan kreativitas manusia.

Nolan, yang dikenal sebagai salah satu kritikus paling vokal terhadap penggunaan Al dalam proses kreatif, melihat adanya penolakan dari generasi muda terhadap "Al slop". Istilah Al slop mengacu pada melimpahnya konten berupa teks, gambar, video, maupun audio hasil kecerdasan buatan yang membanjiri media sosial dalam beberapa tahun terakhir.

"Saya melihat adanya penolakan besar-besaran terhadap Al di kalangan sineas muda. Begitu banyak energi yang ditelah dicurahkan untuk menghadirkan Al, tetapi jika melihat reaksi generasi muda, mereka benar-benar menolaknya," kata Nolan dilansir laman Euro News, Rabu (15/7/2026).

la mencontohkan sutradara Backrooms Kane Parsons (21 tahun) serta sutradara Obsession Curry Barker (26 tahun) sebagai representasi sineas muda yang lebih memilih pendekatan praktis dalam berkarya. Pandangan serupa, menurut Nolan, juga terlihat dari lingkungan keluarganya. la mengungkapkan bahwa keempat anaknya memberikan respons yang buruk terhadap Al.

"Mereka dengan cepat menilai Al slop sebagai sesuatu yang buruk. Mereka juga dengan mudah mengenali buatan Al, karena Al tumbuh dari dunia online yang sangat mereka pahami. Meskipun bukan berati setiap aspek teknologi ini tidak berguna atau tidak memiliki makna, tapi kehadiran Al di dunia film sangat tidak tepat," tegas Nolan.

Kritik Nolan terhadap Al bukanlah hal baru. Menjelang perilisan Oppenheimer pada 2023, ia mengatakan kepada The Guardian bahwa terdapat kemiripan yang sangat kuat antara seruan fisikawan J Robert Oppenheimer agar penggunaan senjata nuklir dikendalikan dan seruan para pakar Al yang meminta agar perkembangan teknologi tersebut dibatasi.

Salah satu tokoh yang ia soroti adalah Dr Geoffrey Hinton, ilmuwan Inggris yang dijuluki "godfather of Al". Hinton mengundurkan diri dari Google agar dapat berbicara lebih leluasa mengenai risiko eksistensial dari Al tingkat lanjut. Saat itu Nolan juga menekankan pentingnya tanggung jawab dalam penggunaan Al.

"Saya memang berpikir Al akan menjadi alat yang sangat kuat di masa depan. Yang saya coba sampaikan dalam perdebatan ini adalah pentingnya tanggung jawab. Satu hal yang tidak boleh kita biarkan adalah manajemen, pemberi kerja, dan produser menggunakan Al untuk menghindari tanggung jawab atas tindakan mereka," kata dia.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research