Kerabat keluarga Al-Masri asal Palestina melangsungkan upacara pemakaman di sebuah pemakaman di Kota Gaza, Jalur Gaza, pada 21 Juli 2026. Firas Al-Masri, istrinya Salsabil, dan keempat anak mereka syahid di Kota Gaza setelah rumah mereka menjadi sasaran serangan pesawat drone militer Israel pada dini hari tanggal 21 Juli, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Pasukan Penjajah Israel kembali melanjutkan pembantaian lewat serangan udara yang mengincar warga sipil di jalur Gaza. Serangan tersebut dilakukan di tengah gencatan senjata yang masih berlaku antara pihak zionis dan perlawanan yang difasilitasi Amerika Serikat.
Serangan udara Israel menargetkan sebuah apartemen tempat tinggal milik keluarga Al-Masri di lingkungan Al-Sabra, sebelah selatan Kota Gaza. Menurut sumber lokal, pesawat tempur Israel melepaskan tiga rudal ke arah apartemen yang berada di seberang Kamar Dagang di Jalan Thalatini sebelum Subuh pada Selasa(21/7/2026) seperti dilansir Palestine Chronicle.
Serangan itu menewaskan enam anggota keluarga tersebut, yakni sang ayah Firas Ahmed Al-Masri, sang ibu Salsabeel Mohammad Al-Masri, serta empat anak mereka: Naeem, Ferial, Salma, dan Amira.
Jenazah para korban dievakuasi ke Rumah Sakit Al-Shifa, di mana foto-foto para korban dengan cepat menyebar di media sosial.
Satu keluarga lenyap seketika
Jurnalis dan aktivis Palestina menggambarkan serangan itu sebagai contoh lain dari musnahnya seluruh anggota keluarga selama agresi Israel di Gaza.
Salah satu kesaksian yang dibagikan secara luas menyebutkan bahwa pemboman tersebut telah "mengakhiri hidup sang ayah Firas Al-Masri, istrinya, dan empat anak mereka."Kesaksian tersebut mengungkap "satu keluarga lenyap dalam sekejap."
Kesaksian lain menggambarkan betapa korban yang disasar Israel "tidak ada yang terluka—semuanya tewas,". Sementara itu, saksi lain menceritakan bahwa sang ibu dan empat anaknya dievakuasi dari bawah reruntuhan dalam kondisi hangus terbakar.

1 hour ago
1
















































