Pemprov Jabar Distribusikan 25 Juta Liter Air untuk 900 Ribu Warga Terdampak Kekeringan

2 hours ago 2

Warga antre mengisi air bersih dari tangki berkapasitas 5.000 liter yang dibeli warga secara swadaya di Kelurahan Sukamenak, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026). Sebanyak 300 KK di Kampung Benteng mengalami kekeringan sejak dua bulan terakhir sehingga mereka terpaksa membeli air bersih secara swadaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat melaporkan sebanyak satu juta jiwa warga Jawa Barat terdampak kekeringan selama musim kemarau. Akibatnya, mereka kesulitan air bersih hingga harus mendapatkan bantuan penyaluran air bersih.

Data BPBD Jabar hingga tanggal 13 September tahun 2026, sebanyak 660 kelurahan dan desa terdampak kekeringan dengan jumlah kecamatan sebanyak 246. Jumlah kepala keluarga yang terdampak 291.607 dengan jumlah jiwa 943.492 orang.

Kekeringan hampir merata di seluruh wilayah Jawa Barat hanya Kabupaten Kuningan yang belum melaporkan adanya dampak dari kekeringan. Total sebanyak 25 juta liter air telah didistribusikan kepada masyarakat dari berbagai instansi pemerintah.

"Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Pangandaran menjadi yang terbanyak mendapatkan bantuan air bersih," kata Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat, Senin (14/9/2026).

Ia melanjutkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Barat telah terjadi di 252 kelurahan atau desa. Dengan jumlah kecamatan sebanyak 137. Jumlah kejadian sebanyak 264 titik kebakaran.

"Luas lahan dan hutan yang terbakar 416,08 hektar," kata dia.

Hadi mengatakan karhutla terjadi di 21 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Sumedang, Ciamis dan Kabupaten Bandung berada di urutan tertinggi terbanyak kasus kebakaran hutan dan lahan.

"Sumedang 64 kejadian, Ciamis 34 dan Kabupaten Bandung 22 kejadian," kata dia.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap meminimalisasi terjadinya karhutla di wilayah masing-masing.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research