REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Juventus Luciano Spalletti mengakui timnya kehilangan keseimbangan saat kalah 2-3 dari Sassuolo pada giornata keempat Serie A Italia di Mapei Stadium, Reggio Emilia, Senin (14/9/2026) dini hari WIB. Menurut dia, Juventus sebenarnya memiliki peluang untuk membalikkan keadaan, tetapi kehilangan keseimbangan karena terlalu bernafsu mengejar kemenangan.
Pertandingan berlangsung terbuka dan penuh drama. Juventus dua kali mampu menyamakan kedudukan melalui Edon Zhegrova yang mencetak dua gol pertamanya untuk Nyonya Tua. Namun, Sassuolo memastikan kemenangan lewat gol Vasilije Adzic pada sentuhan terakhir pertandingan.
"Kami sebenarnya bisa memenanginya pada akhir pertandingan dan pantas untuk membalikkan keadaan. Namun, kami jelas kehilangan keseimbangan dan itu seharusnya tidak terjadi," kata Spalletti kepada DAZN Italia, dikutip dari Football Italia.
Spalletti menjelaskan Juventus terlalu banyak mengirim pemain ke depan ketika berusaha mencetak gol ketiga. Dalam satu situasi, sebanyak delapan pemain Juventus berada di area serangan sehingga meninggalkan ruang besar di lini belakang.
Menurut Spalletti, keputusan tersebut tidak terlepas dari instruksinya kepada para pemain untuk terus mengejar kemenangan. Ia menilai keinginan kuat untuk meraih tiga poin menjadi salah satu penyebab Juventus kehilangan struktur permainan.
"Dengan delapan pemain maju untuk menyerang bola, kami meninggalkan ruang yang sangat besar di belakang. Kami sebenarnya memiliki peluang untuk menang 3-2 lebih awal," ujar Spalletti.
Pelatih asal Italia itu mengatakan Juventus perlu mengambil sisi positif dari keberanian pemain untuk terus menyerang. Namun, agresivitas tersebut harus diimbangi dengan penguasaan ruang dan organisasi pertahanan yang lebih baik.
"Kami harus mengambil sisi positif dari keinginan untuk menang dengan segala cara. Mereka menciptakan situasi untuk membalikkan keadaan, tetapi pada akhirnya kami terlalu tidak seimbang. Meninggalkan ruang seperti itu jelas merupakan kesalahan kami," kata Spalletti.
Ia juga menyoroti gol pertama Sassuolo. Juventus dinilai kurang agresif dalam merespons situasi bola mati dan menerapkan garis pertahanan terlalu tinggi sehingga memberikan ruang kepada pemain lawan.
Kekalahan tersebut terjadi ketika Juventus tengah menghadapi persoalan cedera sejumlah pemain. Manuel Locatelli, Jeremie Boga, Weston McKennie, Andrea Cambiaso, Kenan Yildiz, Khephren Thuram, Jeff Ekhator, dan Juan Cabal absen dalam pertandingan.
Di tengah hasil buruk tersebut, Spalletti tetap mendapat sisi positif dari penampilan Zhegrova. Pemain yang sempat diperkirakan meninggalkan Juventus pada musim panas itu mencetak dua gol setelah sebelumnya tidak mencetak gol dalam pertandingan kompetitif sejak November 2024.
"Ini kekuatan Zhegrova. Dia menjadi sulit ditebak dan sulit dihentikan ketika berani melakukan duel satu lawan satu," kata Spalletti.
Namun, Spalletti juga meminta Zhegrova meningkatkan beberapa aspek permainan, terutama dalam melepas bola lebih cepat dan membantu pertahanan.

3 hours ago
3

















































