REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendorong para pelaku UMKM di Desa Wisata Lantan untuk naik kelas melalui penguatan strategi pemasaran digital. Langkah ini diambil agar potensi alam dan produk lokal desa tersebut dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informatika Lombok Tengah, Iswandi Khaery Ramen, menyampaikan hal tersebut dalam acara sosialisasi potensi alam desa dan pemasaran digital di Kantor Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Senin. "Potensi alam dan produk lokal Desa Lantan harus terus didorong agar dikenal lebih luas melalui pemanfaatan media sosial dan pemasaran digital," ujarnya.
Strategi Konten 3-1-1
Dalam paparannya, Iswandi menekankan pentingnya personal branding dan strategi konten yang terencana. Ia memperkenalkan konsep 3-1-1 sebagai panduan, yaitu tiga konten edukasi, satu konten membangun hubungan dengan audiens, dan satu konten promosi. "Pemasaran digital harus mulai dilakukan, agar produk UMKM ini terus dikenal masyarakat," tegasnya.
Lebih lanjut, ia meminta para pelaku usaha untuk memahami target pasar produk mereka. Pemahaman ini dinilai krusial agar konten promosi yang dibuat lebih tepat sasaran dan mampu memanfaatkan algoritma media sosial secara optimal. Melalui pelatihan tersebut, potensi wisata dan produk UMKM Desa Lantan diharapkan semakin dikenal dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, sehingga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Potensi Besar Desa Lantan
Kepala Desa Lantan, Erwandi, mengungkapkan bahwa desanya memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata. "Lantan dikenal sebagai penghasil durian, kakao, serta berbagai hasil perkebunan lainnya," katanya. Selain itu, desa ini memiliki sekitar 24 air terjun dengan kawasan wisata andalan, yakni Kokoh Lenek di sebelah barat dan Kokoh Babak di sebelah timur.
Erwandi menyebut, kunjungan wisatawan ke Desa Lantan pada Juli 2026 hampir mencapai 1.000 orang. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk menjaga keamanan, kebersihan, dan keramahan agar wisatawan merasa nyaman berkunjung. "Kami tetap mengajar masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan," ujarnya.
Di sektor UMKM, Erwandi mengakui bahwa produk lokal Lantan sebagian besar masih dipasarkan secara lokal dan belum menjangkau pasar yang lebih luas melalui platform digital seperti media sosial. Pihaknya pun menyambut baik kegiatan sosialisasi ini dan berharap dapat memperkuat promosi produk UMKM Desa Lantan. "Semoga program ini dapat bermanfaat bagi masyarakat," harapnya. Kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN Universitas Mataram berkolaborasi dengan pemerintah daerah ini dihadiri oleh pelaku UMKM dan pemuda Desa Lantan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
1

















































