Nenek Zainab Meninggal Usai Membeku dalam Kedinginan di Gaza

1 month ago 12

REPUBLIKA.CO.ID,GAZA — Seorang lansia perempuan di Jalur Gaza selatan pada Senin (26/1/2026) pagi meninggal dunia akibat cuaca dingin ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

Menurut berbagai sumber medis, kematian Zainab Muhammad Musbah akibat cuaca dingin yang parah. Warga berusia 63 tahun itu ditemukan dalam kondisi sudah membeku di depan tendanya di daerah Mawasi di Kota Younis, Jalur Gaza selatan.

Penduduk di Jalur Gaza kekurangan tempat tinggal dan perawatan medis. Mereka juga kekurangan pasokan pemanas akibat kelangkaan bahan bakar di tengah kondisi cuaca yang buruk, badai, dingin dan disertai hujan.

Sebelumnya, pada 20 Januari lalu, seorang bayi perempuan berusia tujuh bulan di Kota Gaza meninggal akibat cuaca dingin ekstrem. Sejumlah sumber medis menyebutkan bahwa bayi pemilik nama Shatha Abu Jarad itu meninggal akibat cuaca dingin yang parah.

Kematian Abu Jarad menambah jumlah anak yang meninggal di Jalur Gaza akibat cuaca dingin ekstrem sejak awal musim dingin menjadi sembilan orang, di tengah krisis bantuan kemanusiaan dan minimnya pasokan pemanas.

Musim dingin ekstrem

Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-12 yang bertugas di Jalur Gaza, Palestina, mengatakan infeksi saluran napas bawah dan cuaca musim dingin ekstrem menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga di tengah kehancuran sistem kesehatan.

"Cuaca dingin di tengah kondisi tenda pengungsian yang tidak layak membuat angka infeksi saluran napas di Gaza terus meningkat. Ditambah lagi, blokade dari penjajah menyebabkan keterbatasan obat-obatan dan fasilitas medis," ujar salah satu relawan MER-C, Nadia Rosi, dalam siaran pers di Jakarta, Jumat.

Mohamad Reynaldi, dokter yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Syuhada Al Aqsa, menyebutkan bahwa lebih dari 50 persen pasien yang datang ke IGD mengalami gejala infeksi saluran napas.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research