Kondisi pagar yang mengelilingi kawasan Mal Kokas, Jumat (31/7/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai fenomena pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal dan perkantoran merupakan langkah yang berlebihan. Alih-alih memasang pagar tinggi, ia menyarankan pengelola mal dan perkantoran memperbanyak penanaman pohon di area masing-masing.
Menurut Pramono, keberadaan pagar yang terlalu tinggi di area mal dan perkantoran dapat menciptakan persepsi negatif mengenai kondisi Jakarta. Padahal, saat ini Jakarta dalam kondisi aman. Karena itu, pemasangan pagar tinggi di sekitar mal dan perkantoran dinilai tidak perlu.
"Jadi, untuk larangan itu terus terang memang tidak secara spesifik. Tetapi dengan membuat pagar yang berlebihan, itu mengganggu kenyamanan, mengganggu apa ya, Jakarta yang sekarang ini menurut saya harusnya bisa lebih baik," kata Pramono, Sabtu (1/8/2026).
Pramono menyarankan pengelola mal dan perkantoran di Jakarta menanam lebih banyak pohon. Menurut dia, keberadaan ruang hijau akan membuat suasana lebih asri dibandingkan memasang pagar tinggi.
"Saya berpikir pagarnya itu enggak perlu tinggi-tinggi. Kemudian yang penting pohonnya yang banyak, lebih hijau. Antara satu dan sebelah, bersebelahan itu juga mungkin lebih baik dibuka," ujarnya.
Ia menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan segera berkoordinasi untuk menyikapi fenomena pemasangan pagar di sejumlah mal dan perkantoran. Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta ingin masyarakat tetap merasa aman dan nyaman.
"Sehingga dengan demikian, kami akan segera memutuskan untuk itu, untuk Jakarta ya. Kalau untuk daerah lain, saya enggak mau ikut campur, tapi untuk Jakarta saya berkeinginan betul bahwa masyarakat semuanya merasa aman, nyaman," kata Pramono.

6 hours ago
1

















































